Juanga Culture dibangun dengan harapan menjadi representasi memperkenalkan identitas orang Maluku utara yang ada tanah Jawa.
“Bahwa kami juga punya nilai kebudayaan yang bisa kami tampilkan untuk perkenalkan secara nasional dan internasional. Terbukti ketika kami membangun kolaborasi bersama Biennale Jogja XVI Equator #6 Indonesia with Oceania tahun 2021 yang di dalamnya kami tampilkan dalam acara pertunjukan pameran seni dengan tema besar yang kami angkat ‘Moluku Kie Raha Loa Sebanari – Marimoi Ngone Future’. Semua dasar pikir untuk kami berkesenian itu tidak lain untuk memperkenalkan orang Maluku Utara lebih luas lagi di mata dunia. Ini bukan pekerjaan mudah tapi cinta terhadap apa yang kami perjuangkan, meskipun kami paham betul semua yang bangun dimulai dari akar rumput,” papar Sadam.
Ia berharap, hal positif yang disuarakan ini bisa menjadi motivasi bagi anak muda Maluku Utara untuk terus eksis menampilkan karya-karya ‘gila’, melalui ruang tengah Juanga Culture.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.