Tandaseru — Aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional digelar di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (24/9).
Aksi ini dilakukan empat elemen yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halbar.
Demonstrasi yang dilakukan di depan kantor bupati itu dikawal petugas Satpol PP dan aparat kepolisian.
Aksi sempat memanas lantaran massa aksi dan aparat kepolisian terjadi saling dorong usai massa aksi membakar ban.
Marinus Pangulili, Ketua Cabang GMNI Jailolo mengatakan, aksi ini juga sebagai pengingat perjuangan kaum tani masih belum tuntas.
“Bukan petani namanya jika tidak memiliki tanah. Petani merupakan penyangga kehidupan bangsa. Namun berbagai bentuk praktik kriminalisasi dan ketidakadilan masih terus dialami oleh para kaum tani,” tutur Marinus dalam orasinya.
Fransisko Katty, Ketua GMKI Halbar turut bersuara dalam aksi tersebut.
“Bung Karno pernah bilang bahwa petani adalah penyangga kehidupan bangsa, tanpa petani negara tidak bisa hidup. Negara tidak bisa berkembang. Makanan yang dinikmati oleh pemerintah adalah hasil keringat para petani,” ungkapnya.
Sementara itu, Fandi Salasa selaku Koordinator Lapangan mengatakan, pihaknya sangat berharap negara hadir dan menghentikan perampasan dan monopoli atas tanah. Di samping itu, lawan segala bentuk tindakan kekerasan terhadap kaum tani.
“Turunkan harga sarana produksi pertanian dan naikkan harga hasil produksi pertanian,” tegasnya.
Ia bilang, selama periode gagasan baru yang dirumuskan dalam visi-misi James Uang dan Djufri Muhamad “Mewujudkan Halmahera Barat yang Aman, Adil dan Sejahtera” kiranya menjadi salah satu mimpi untuk dapat terciptanya masyarakat sejahtera lewat isu-isu strategis di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan dan pariwisata.
Namun, lanjut dia, dilihat pada kenyataannya saat ini justru tidak dapat dipungkiri. Sebab di pedesaan kaum tani semakin terjerat oleh pengisapan tengkulak, pengijon dan berbagai bentuk parasit.
“Baik kelompok ataupun individu yang menjalankan sistem peribaan dalam menghisap kaum tani di pedesaan tersebut,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.