Tandaseru — Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Seorang bocah berusia 6 tahun di salah satu desa di Kecamatan Sanana diduga menjadi korban pencabulan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.
Peristiwa memprihatinkan tersebut saat ini sedang dalam penanganan intensif jajaran Polres Kepulauan Sula.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres melalui Kasi Humas IPDA Jaya Afandi M. Soumena mengonfirmasi pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari ayah korban.
Berdasarkan keterangan polisi, dugaan tindak pidana ini terungkap pertama kali saat ibu korban hendak memandikan anaknya sepulang sekolah. Ketika itu, sang ibu mendapati bercak darah pada pakaian dalam anak tersebut.
Melihat kondisi tersebut, ibu korban membatalkan niatnya untuk memandikan sang anak dan bergegas mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan. Namun, pihak sekolah menyampaikan tidak mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan mereka, meski beberapa teman korban sempat menyebutkan bahwa korban diduga ditendang oleh temannya hingga jatuh. Pihak sekolah lantas menyarankan agar keluarga segera membuat laporan ke Polres Kepulauan Sula.
Terkait arah indikasi pidana tersebut, kepolisian masih mendalaminya berdasarkan bukti-bukti teknis.
“Kalau terkait dengan dugaan tindak pidana pencabulan, nanti kita lihat dari hasil penyelidikan,” ujar Afandi, Jumat (6/11/2026).
Afandi menjelaskan, aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan Visum et Repertum terhadap korban serta menerbitkan tanda terima laporan resmi dari pihak keluarga.
“Langkah-langkah yang sudah diambil, yakni melakukan visum terhadap korban dan membuat tanda terima laporan. Selanjutnya, menjadi kewenangan Satreskrim untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengantongi identitas terduga pelaku. Penyidik Satreskrim Polres Kepulauan Sula masih terus mengumpulkan petunjuk di lapangan untuk mengungkap tabir peristiwa ini.
“Untuk terduga terlapor sementara masih dalam penyelidikan, karena belum diketahui siapa pelakunya,” pungkas Afandi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.