Tandaseru — Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di Provinsi Maluku Utara. Selain menggerakkan aktivitas perdagangan, sektor ini tercatat mampu menyerap hingga 584.988 tenaga kerja di seluruh wilayah Maluku Utara.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, saat ini terdapat 194.996 unit UMKM yang beroperasi di daerah tersebut. Dari total unit usaha yang ada, dominasi terbesar berada pada skala mikro dengan proporsi mencapai 95 persen.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menyampaikan bahwa sektor UMKM memegang peran strategis dalam menjaga kestabilan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja secara luas.
“Besarnya jumlah penyerapan tenaga kerja yang mencapai 584.988 orang ini menunjukkan betapa signifikannya kontribusi usaha rakyat terhadap perekonomian daerah,” ujar Handi.
Meski demikian, Handi mengakui bahwa pengembangan UMKM di Maluku Utara masih dibayangi sejumlah tantangan mendasar. Beberapa isu utama yang dihadapi pelaku usaha antara lain keterbatasan kapasitas usaha, sempitnya akses pembiayaan, serta masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Bank Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pihak perbankan, dan asosiasi terkait melalui tiga strategi utama: korporatisasi, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pembiayaan.
Melalui sinergi tiga strategi tersebut, BI menargetkan para pelaku UMKM di Maluku Utara tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga sanggup meningkatkan daya saing produk dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional maupun global.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.