Tandaseru — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Refly Lahengking, membantah keras pernyataan Kepala Sekolah SDN 51 Libano, Ardianto Lolorie. Refly menilai pernyataan tersebut sebagai fitnah sepihak.
“Itu sebagai respons atas tebaran ancaman yang lebih dulu dilakukan oleh Ardianto Lolorie yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bertugas sebagai Kepala Sekolah di SDN 51 Libano,” ujar Refly, Sabtu (31/10/2026).
Refly mengungkapkan, ancaman dilontarkan lebih dulu oleh Ardianto yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Organisasi GAMKI Pulau Morotai. Ancaman itu bermula dari dinamika internal terkait konsolidasi Perhimpunan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Morotai yang dinilai dilakukan secara tersembunyi guna memenangkan calon ketua Rio Christian Pawane dan sekretaris Darmin Wairo.
Menurut Refly, Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2026 tersebut tidak melibatkan unsur penting Kristen, seperti GMKI, GAMKI, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), para pendeta GMIH, sejumlah umat, maupun kaum intelektual terbesar di Morotai.
“Juga karena Rio Christian Pawane dianggap tidak layak menakhodai PIKI Pulau Morotai yang merupakan persatuan kaum intelektual karena belum menyandang gelar sarjana,” tegas Refly.
Ia menjelaskan, ancaman yang dilontarkan Ardianto tersebut menggunakan narasi kekerasan dalam bahasa daerah sehari-hari, yakni “Tong baku bala” (kita baku pukul). Hal tersebut dikecam Refly karena dinilai tidak layak dikeluarkan oleh seorang PNS. Seharusnya, seorang tenaga pendidik dapat menjadi teladan bagi masyarakat dan anak-anak generasi penerus di Kabupaten Morotai.
Sebagai respons, Refly mengaku sempat mengeluarkan pernyataan balasan terkait tindakan Ardianto. “Beliau ini yang dulu lawan keras RR dan sekarang ngekor. Nanti kalo audiens dg Bupati baru mo bala-kore pa dia,” terangnya.
Refly menyatakan, kapasitasnya sebagai Ketua GAMKI Morotai membuatnya berkehendak untuk menyampaikan persoalan ini langsung kepada Bupati karena tindakan tersebut dianggap tidak layak bagi seorang PNS.
Selain itu, ia sangat menyayangkan tindakan Ardianto yang membocorkan percakapan internal grup WhatsApp GAMKI.
“Dia terus mengirimkan kepada Wakil Bupati Pulau Morotai dalam bentuk screenshot gambar yang akhirnya salah satu anggota GAMKI Pulau Morotai dalam kapasitas sebagai Sekretaris Desa mendapat panggilan dari Wakil Bupati Pulau Morotai karena menanggapi flyer Ketua dan Sekretaris PIKI terpilih Pulau Morotai di WA group GAMKI tidak punya kontribusi terhadap pemuda Kristen,” timpalnya.
“Atas bocornya percakapan internal WA group GAMKI Pulau Morotai, saya sebagai Ketua GAMKI Pulau Morotai akan mengambil langkah tegas secara organisasi atas perilaku tidak beretika yang dilakukan Ardianto karena telah mencederai marwah organisasi Pemuda Kristen terbesar di Pulau Morotai,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.