Tandaseru — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, membagikan 2.500 lembar masker kepada masyarakat. Pembagian ini untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

Aksi sosial yang berlangsung pukul 08.30 WIT, Senin (12/10/2026), ini dipusatkan di Jalan Raya Tugu Pancasila, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan. Masker dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas.

Selain itu, GP Ansor dan PC NU juga menyalurkan masker ke sekolah-sekolah, antara lain Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Morotai serta Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Morotai untuk para guru dan siswa.

Ketua GP Ansor Pulau Morotai membagikan masker untuk warga. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Ketua GP Ansor Morotai, Safrudin Boy, menjelaskan aksi sosial ini dilakukan karena kondisi udara di Pulau Morotai kian memburuk akibat paparan asap.

“Saat ini kita lihat dan saksikan sendiri kondisi udara di Pulau Morotai sedang tidak baik-baik saja, karena disebabkan kabut asap yang semakin hari semakin pekat yang bisa mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan lain-lain,” ujar Safrudin.

Safrudin menambahkan, penanganan dampak Karhutla merupakan tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah daerah.

“Atas keterpanggilan moril, bahwa tanggung jawab ini tidak semuanya berada di tangan pemerintah daerah Pulau Morotai, tetapi kita bersama-sama mencari solusi mengatasi ujian kabut asap Karhutla ini,” ungkapnya.

“Jadi saat ini sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Daerah terus berupaya menyediakan air bersih untuk masyarakat yang membutuhkan, kemudian pihak Damkar Morotai terus berupaya memadamkan api akibat dari Karhutla. Oleh sebab itu, GP Ansor Morotai sebagai organisasi kemasyarakatan harus ambil bagian lain dalam hal ini tujuannya sama, menangani dampak dari Karhutla. Kita berharap bencana ini cepat berlalu sehingga masyarakat Pulau Morotai dapat beraktivitas kembali seperti biasanya,” lanjut Safrudin.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PC NU Pulau Morotai, Ibrahim Ahmad, menegaskan kemarau panjang disertai kabut asap yang telah berlangsung hampir dua bulan ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Maka dari itu NU dan GP Ansor Kabupaten Pulau Morotai mengambil langkah untuk melakukan pembagian masker kepada warga masyarakat atau pengguna jalan,” tegas Ibrahim.

Ia menambahkan, pembagian masker ke sekolah-sekolah juga merupakan bentuk sinergisitas dengan Pemda Morotai. Ibrahim pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersiap dan berdoa.

“Harapannya kita bersama, semoga kondisi ini cepat berakhir, dan mohon kepada masyarakat tetap mematuhi dalam berkendara tetap memakai masker,” harapnya.

“Imbauan juga kepada masyarakat apapun agamanya mari kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT sehingga cuaca ekstrem ini cepat berakhir,” pungkas Ibrahim.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter