Tandaseru — Pemda Halmahera Barat, Maluku Utara, resmi menyerahkan dua aset pelabuhan penting ke Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan pembangunan infrastruktur laut jangka panjang, sekaligus membuka peluang bagi kapal-kapal besar milik PT Pelni untuk bersandar di wilayah tersebut.

Dua aset yang diserahterimakan meliputi Dermaga Pelra Jailolo dan Dermaga Dodinga. Prosesi penandatanganan penyerahan aset ini berlangsung di Kantor Bupati Halmahera Barat, Rabu (16/9/2026).

Penandatanganan berita acara penyerahan dilakukan Bupati James Uang bersama Kepala UPP Jailolo Rosihan Gamtjim.

Agenda penting ini turut disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Julius Marau, Wakil Ketua DPRD Rustam Fabanyo, Kepala Dinas Perhubungan Fabianus Atajalim, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Halmahera Barat.

Usai penandatanganan, Bupati James menjelaskan penyerahan aset dari Pemda ke UPP ini dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan dan perawatan kedua dermaga tersebut di bawah naungan Kementerian Perhubungan, sekaligus mengurangi beban operasional Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Halmahera Barat yang tengah mengalami tekanan fiskal.

James memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang dibangun UPP Jailolo. Ia mengungkapkan, Kementerian Perhubungan telah merencanakan proyek besar berupa perpanjangan dermaga hingga 50 meter demi memperluas daya tampung pelabuhan.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada KUPP Jailolo atas kerja samanya. Selain program yang sedang berjalan, mereka menyampaikan ke saya nanti akan ada perpanjangan pelabuhan kurang lebih 50 meter lagi yang akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan untuk memperlebar pelabuhan,” ungkap James.

Ia berharap, peningkatan fasilitas ini dapat mendongkrak aksesibilitas ekonomi masyarakat Halmahera Barat secara signifikan.

“Tentu ini dalam rangka menyiapkan sarana dan fasilitas umum bagi masyarakat. Dengan Pelabuhan Jailolo yang semakin bagus, inshaa Allah ke depan kapal-kapal Pelni juga bisa singgah di sini. Penyerahan dua aset ini adalah bentuk kolaborasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota demi Halmahera Barat yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain infrastruktur dermaga, Bupati James juga membawa kabar baik mengenai kelanjutan penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ). Ia menyampaikan, pihak balai wilayah telah memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal tender proyek tersebut yang direncanakan berjalan pada bulan November ini.

“Balai sudah menyampaikan ke kita bahwa penataan kawasan FTJ ini rencananya akan ditender pada bulan November. Mudah-mudahan jangan ada efisiensi lagi. Kalau ini sudah dibangun dan dikoneksikan, wajah Jailolo sebagai ibu kota Kabupaten Halmahera Barat akan menjadi jauh lebih baik,” harapnya.

Tak lupa, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal dan mendukung penuh pengalihan serta pengelolaan aset ini agar memberikan asas manfaat yang seluas-luasnya bagi kemajuan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPP Jailolo Rosihan Gamtjim menjelaskan, penyerahan aset dermaga sangat krusial karena lokasinya yang beririsan langsung dengan aset milik KUPP. Jika tidak disatukan, pemerintah pusat akan kesulitan melakukan kajian pengembangan kawasan secara menyeluruh.

“Kami dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menghibahkan aset yang ada di Pelabuhan Jailolo yaitu fasilitas Dermaga Pelra. Untuk pertimbangan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang rasanya agak sulit berkembang karena ada dua aset yang beririsan. Sehingga, saya berkoordinasi dengan Pak Bupati untuk diserahkan ke kami agar perkembangannya lebih optimal,” ujar Rosihan.

Rosihan menambahkan, Kementerian Perhubungan tengah melakukan studi kelayakan pada tahun ini. Terkait Pelabuhan Dodinga, ia menilai pelimpahan ke pusat adalah opsi paling bijak mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.

“Pelabuhan Dodinga butuh kajian dan dana yang besar, sehingga lebih bijak kalau itu diserahkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan perhatian khusus agar dikembangkan. Apalagi fiskal sekarang agak terbatas. Saya berupaya untuk memasukkan ke APBN. Inshaa Allah saya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mengembangkan Pelabuhan Dodinga maupun Jailolo ke depan,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter