Tandaseru — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Maluku Utara menjalin kerja sama untuk memperkuat budaya literasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di IAIN Ternate.

Kerja sama antara kedua lembaga dituangkan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, MA dan Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., yang juga Wakil Bupati Halmahera Utara, di auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Ternate, Rabu (12/8/2026). Memorandum of Understanding ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Ketua ICMI Orwil Maluku Utara,  dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Abdul Rauf Wajo, M.Ag.

Penandatanganan MoU merupakan langkah strategis kedua pihak dalam memperkuat kemitraan, dalam membangun dan menguatkan kapasitas literasi membaca, menulis dan meneliti di kalangan mahasiswa IAIN Ternate. Salah satu realisasi dari Memorandum of Understanding dan Memorandum of Agreement tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cendekia Basic Writing (CBW) II, yang merupakan kegiatan rutin dari ICMI Orwil Maluku Utara. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yaitu “Mentransformasi Tradisi Lisan ke Tulisan”.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Ternate menyampaikan apresiasi atas inisiatif ICMI menjadikan IAIN Ternate sebagai mitra dalam menghidupkan dan merevitalisasi budaya literasi di lingkungan kampus.

“Saya menyambut baik apa yang dilakukan ICMI hari ini. Diakui tradisi tulis-menulis di kampus sangat minim, bahkan nyaris tenggelam. Gayung bersambut dengan kerja sama ini terkait dengan akselerasi guru besar di IAIN Ternate”.

Rektor berharap dan menekankan para dosen dalam lingkungan IAIN Ternate untuk meningkatkan literasi dalam meneliti, menulis dan menerbitkan karyanya di dalam jurnal bereputasi internasional dan nasional sehingga memudahkan jalan menuju jabatan fungsional guru besar,” ujar Adnan.

Rektor juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi akademik dosen sebagai dasar proyeksi kebutuhan dan potensi guru besar IAIN Ternate pada masa mendatang.

Bahkan saya dibantu tim kepegawaian sudah membuat proyeksi potensi akademik, berapa banyak guru besar yang akan dimiliki beberapa tahun ke depan. Syarat Scopus menciutkan nyali dosen dan menganggapnya sebagai momok. Semoga kerja sama ini menjadi tombol pemicu semangat dosen berliterasi,” imbuhnya.

ICMI Dorong Publikasi Bereputasi

Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., yang juga Wakil Bupati Halmahera Utara, menegaskan komitmen ICMI Orwil Maluku Utara untuk memfasilitasi penguatan kapasitas penulisan akademik, khususnya artikel jurnal bereputasi. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas akademisi yang mampu mencapai jenjang jabatan fungsional guru besar di Maluku Utara.

Kasman menempatkan gerakan literasi akademik tersebut dalam perspektif nilai keislaman sebagai fondasi teologis. Iqra, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai perintah membaca, tetapi juga sebagai dorongan untuk meneliti, mengembangkan pengetahuan, dan memproduksi karya tulis.

“Sinergi antara IAIN Ternate dan ICMI dihadirkan secara khusus untuk mendorong publikasi ilmiah dosen di dalam jurnal bereputasi internasional (Scopus) menuju jenjang keilmuan tertinggi,” kata Kasman.

Mengkahiri sambutannya sekaligus membuka kegiatan Cendekia Basic Writing- II, Kasman mengatakan, kolaborasi antara IAIN Ternate dan ICMI Korwil Maluku Utara diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem literasi akademik yang berkelanjutan.

Kegiatan Cendekia Basic Writing II yang dilaksanakan dari hari Rabu dan Kamis, 12-13 Agustus 2026 ini diikuti peserta mahasiswa dari perguruan tinggi: IAIN Ternate, Universitas Khairun, Universitas Pasifik, Morotai, Universitas Nuku, Tidore, dan Universitas Terbuka. Para fasilitator pelatihan tersebut terdiri atas Herman Oesman, Asgar Saleh, Abdul Rauf Wajo, Syarifuddin Usman, Murid Tonirio, Rahman, dan Agus SB.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter