Tandaseru — Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan, Taher Husain, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Kepesertaan Sektor Jasa Konstruksi Tahun 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan Maluku Utara ini dipusatkan di Meeting Room Penginapan Bougenville, Kelurahan Soasio, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (24/6/2026).

​Taher menegaskan, rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di sektor konstruksi.

​“Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tetapi di sisi lain juga memiliki risiko kerja yang tinggi. Oleh karena itu, perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial harus kita dorong bersama,” ujar Taher.

​Ia berharap rakor ini dapat menghasilkan komitmen bersama dan langkah nyata agar seluruh pekerja konstruksi di Tidore mendapatkan perlindungan yang layak. Taher juga meminta para peserta untuk menyamakan persepsi serta menyusun teknis pelaksanaan yang sesuai dengan situasi di lapangan.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maluku Utara yang diwakili oleh Kepala Bidang Kepesertaan, Muh Nur Aidil, menyampaikan laporan mengenai capaian jaminan sosial di wilayah tersebut.

​Aidil mengungkapkan, dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara, baru 4 daerah yang berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025. Keempat daerah tersebut adalah Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kabupaten Pulau Morotai.

​Lebih lanjut, Aidil menekankan bahwa keberhasilan pencapaian status UHC di empat daerah tersebut tidak lepas dari kerja sama dan komitmen kuat dari semua pihak terkait.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter