Tandaseru — 1.555 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diterima Wali Kota Ternate, Maluku Utara, M. Tauhid Soleman.
Prosesi serah terima mahasiswa berlangsung dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Ternate, Senin (22/6/2026).
Turut hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala LPPM Unkhair Prof. Dr. Sundari, M. Pd, Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2KM) LPPM Unkhair Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si, Ketua Panitia KKN Tahap I Unkhair, Aziz Hasyim, SE., M. Si, serta pendamping UGM Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog.
Kepala LPPM Unkhair, Prof. Sundari, mengatakan jumlah peserta yang diserahkan terdiri dari 1.528 mahasiswa Unkhair dan 27 mahasiswa KKN-PPM UGM.
Menurut Prof. Sundari, mahasiswa Unkhair terbagi dalam dua skema pelaksanaan. Sebanyak 390 mahasiswa mengikuti KKN Literasi yang ditempatkan pada 39 lokus taman baca dan perpustakaan melalui kerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Sementara, 1.138 mahasiswa lainnya mengikuti KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah, penguatan literasi, serta pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan.
“Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujar Prof. Sundari.
Selain mahasiswa Unkhair, sebanyak 27 mahasiswa UGM juga akan melaksanakan program KKN-PPM di sejumlah wilayah Kota Ternate dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyambut baik pelaksanaan KKN yang kembali menjadikan Kota Ternate sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa selama ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan daerah, terutama pada sektor pemberdayaan masyarakat, literasi, dan lingkungan.
Tahuhid menyoroti persoalan sampah yang menjadi tantangan utama Kota Ternate. Setiap hari, kota ini menghasilkan sekitar 100 hingga 105 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 95 persen berhasil diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Persoalan lingkungan, khususnya sampah, saat ini menjadi isu yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Karena itu, kami berharap mahasiswa dapat membantu membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah,” harapnya.
Ia menilai program KKN menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Bahkan, menurutnya, keberhasilan sederhana seperti meningkatnya disiplin warga dalam membuang sampah sesuai jadwal sudah menjadi capaian yang berarti.
Tauhid mengajak para lurah dan perangkat kelurahan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung.
“Manfaatkan waktu 40 hari ini sebaik-baiknya. Jangan hanya berbicara, tapi hadirkan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.