Tandaseru – Warga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mendadak geger, Jumat (19/6/2026). Seorang perempuan muda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan pesisir pantai desa setempat sekitar pukul 11.30 WIT.

Korban diidentifikasi bernama Agrini Bawohe (20 tahun), yang juga merupakan warga Desa Fritu. Kabar penemuan jasad ini langsung menyebar cepat dan memicu perhatian warga yang berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah dua anak kecil melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar. Informasi itu kemudian dipastikan dua saksi, Feni (41 tahun) dan Yustina Kore (50 tahun), yang langsung bergegas ke pesisir pantai.

Setibanya di lokasi, kedua saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsubsektor Weda Utara yang dipimpin IPDA Wahyudin Abd Rauf segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi.

“Jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sagea untuk menjalani pemeriksaan medis,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sagea, dr. Suriatmi S. Haji, korban dinyatakan sudah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. Mereka secara resmi menolak dilakukan tindakan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.

Setelah seluruh proses administrasi medis selesai, jenazah Agrini langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Fritu sekitar pukul 12.40 WIT untuk proses pemakaman.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan hasil olah TKP yang selesai pukul 12.00 WIT. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter