Tandaseru – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi menutup gelaran Festival Teluk Jailolo (FTJ) ke-17 tahun 2026 di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Sabtu (20/6/2026) malam. Dalam sambutannya, Wagub memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang dinilai berkomitmen penuh menjaga kualitas festival hingga berhasil menembus panggung nasional.

Sarbin mengungkapkan, FTJ kini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan festival budaya dan pariwisata unggulan yang berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata RI.

“Festival ini telah bertransformasi menjadi ruang yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, mempertemukan tradisi dengan inovasi, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Sarbin.

Menurutnya, FTJ menjadi etalase dunia yang membuktikan kuatnya identitas budaya dan kekayaan alam Halmahera Barat.

Sementara itu, Wakil Bupati Halbar, Djufri Muhammad, menegaskan tema FTJ 2026, yakni “Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism“, mencerminkan visi daerah untuk menjadikan budaya sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan dan daya saing daerah.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi warisan yang dipajang, tetapi harus tumbuh menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan pembangunan,” tegas Djufri.

Ia menambahkan, pariwisata modern harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah arus globalisasi.

Pada malam penutupan tersebut, Pemda Halbar turut menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI atas suksesnya penyelenggaraan FTJ 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Djufri Muhammad sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan media.

Rangkaian acara penutupan FTJ 2026 ini juga diwarnai dengan peluncuran Desa Dodinga sebagai Kampung Wallace. Momentum ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya festival yang diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya serta membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Jiko Makolano.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter