Tandaseru – Seorang nelayan bernama Sofyan Awat (54 tahun), warga Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia di atas perahunya. Korban diduga tewas setelah tersambar petir saat sedang memancing ikan pada malam hari di perairan antara Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara.
Peristiwa nahas tersebut dikonfirmasi Kepala Desa Bido, Emil Tjibu. Ia membenarkan adanya insiden yang menimpa nelayan di wilayah perbatasan laut desa tersebut.
“Saat kami mendengar informasi, kami langsung menuju lokasi di kawasan Tanjung Bobor dan mendapati korban telah meninggal dunia,” ungkap Emil, Jumat (19/6/2026).
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, peristiwa ini bermula ketika korban berangkat memancing bersama lima orang rekannya menggunakan dua unit perahu bodi fiber. Sekitar pukul 17.30 WIT, cuaca di lokasi memancing berubah ekstrem disertai hujan gerimis dan petir.
Naas, sekitar pukul 18.00 WIT, petir menyambar mesin perahu fiber yang dikemudikan korban. Karena posisi korban berada tepat di dekat mesin, sambaran petir tersebut langsung mengenai korban hingga menyebabkannya terjatuh. Rekan-rekan korban yang berada di perahu yang sama segera melakukan pemeriksaan, namun korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Selain merenggut nyawa korban, sambaran petir juga menyebabkan mesin perahu rusak parah akibat korsleting listrik. Rekan-rekan korban kemudian meminta bantuan dari perahu lain yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban ke daratan Tanjung Bobor, Desa Bido.
Kasi Humas Polres Morotai, IPDA Muh. Yusuf Kasim, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Personel Polsek Morotai Utara langsung dikerahkan ke lokasi untuk memastikan peristiwa, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Mira dan pihak keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut.
Menyikapi kejadian ini, Polres Pulau Morotai mengimbau keras seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu waspada dan memantau perkembangan cuaca sebelum maupun saat melaut.
“Apabila terjadi perubahan cuaca ekstrem yang disertai petir, nelayan diharapkan segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang aman guna menghindari risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegas Yusuf.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.