Tandaseru – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ternate menggelar kegiatan sosialisasi kanal layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Rabu (17/06/2026). Pertemuan ini memaparkan capaian performa program JKN secara nasional sepanjang tahun 2025 serta progres cakupan kepesertaan di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Ternate dr. Meryta O Rondonuwu, AAK memaparkan, hingga akhir tahun 2025, jumlah kepesertaan JKN di tingkat nasional tercatat melonjak tajam hingga mencapai 282,7 juta jiwa, dengan tingkat keaktifan peserta berada di angka 81 persen.
Total beban biaya manfaat yang telah digelontorkan secara nasional sepanjang tahun 2025 menyentuh angka Rp190,3 triliun. Setiap harinya, tercatat ada sekitar 2 juta pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta JKN, atau setara dengan 1.338 pemanfaatan per menit. Lonjakan pemanfaatan ini didukung ekosistem fasilitas kesehatan yang luas, mencakup 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Potret Layanan JKN di Maluku Utara
Sementara itu, untuk potret Program JKN di wilayah Provinsi Maluku Utara per Juni 2026, capaian Universal Health Coverage (UHC) telah melampaui target dengan persentase 100,54 persen. Dari total cakupan tersebut, tingkat keaktifan peserta JKN-KIS di Maluku Utara berada di angka 81,70 persen dari total penduduk yang terdaftar.
Menilik implementasi regional di Provinsi Maluku Utara, data performa per tanggal 31 Mei 2026 mencatat sebanyak 271 faskes telah resmi menjalin kemitraan aktif melayani masyarakat setempat. Jejaring ini meliputi 210 FKTP (didominasi 150 unit Puskesmas), 19 FKRTL (termasuk 11 RS Kelas D, 4 RS Kelas C, dan 3 RS Kelas B), serta 42 jejaring penunjang kesehatan lainnya.
Biaya manfaat medis di Maluku Utara sendiri meningkat berturut-turut dari Rp408 miliar pada 2023, kemudian naik menjadi Rp443 miliar pada 2024, hingga mencapai puncaknya di angka Rp492 miliar sepanjang tahun 2025. Memasuki triwulan berjalan tahun 2026 (Januari-Mei), dana penjaminan yang terealisasi telah menyentuh Rp227 miliar untuk menangani 809 ribu kasus, dengan porsi realisasi anggaran terbesar dialokasikan pada tingkat rujukan rumah sakit (FKRTL).
Penguatan Akses Melalui Integrasi Digital
Menghadapi masifnya volume pemanfaatan, akselerasi transformasi digital menjadi fokus mutakhir BPJS Kesehatan dalam mempercepat sekaligus menyetarakan kualitas layanan. Manajemen terus mengarahkan simplifikasi akses operasional melalui optimalisasi kanal non-tatap muka guna memotong waktu antrean manual di fasilitas medis.
Di samping kanal tatap muka konvensional di kantor cabang atau BPJS Keliling, masyarakat diimbau mengoptimalkan infrastruktur digital terintegrasi seperti:
- Website
- AMAN JKN
- Mobile JKN
- PIPP BU
- BPJS Kesehatan Care Center 165
- VIOLA
- QR COde
- LAPOR
- PANDAWA
Dengan tingkat kepuasan publik nasional yang berada di angka 92,9% serta torehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali berturut-turut dalam audit keuangan, transformasi ekosistem JKN diharapkan selaras dalam mendukung Asta Cita Presiden RI menuju pencapaian target inklusif Indonesia Emas.
“BPJS Kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk memahami hak dan kewajibannya, mulai dari menjaga keaktifan pembayaran iuran tepat waktu, pelaporan perubahan data, hingga pemanfaatan kanal digital seperti Aplikasi Mobile JKN demi kelancaran akses pelayanan medis. Rasa gotong royong ditegaskan menjadi filosofi utama program ini, di mana kontribusi dari peserta yang sehat secara kolektif mendanai biaya perawatan medis bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pengobatan,” tandas Meryta.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.