Tandaseru – Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan buruknya fasilitas mesin ATM di wilayah pusat kota. Selain sering mengalami kekosongan saldo kas, beberapa unit mesin ATM dilaporkan rusak parah hingga terbengkalai selama setahun terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, fasilitas ATM BRI yang berada di lokasi strategis seperti kantor DPRD dan kantor bupati Pulau Morotai tampak tidak berfungsi. Bahkan, mesin ATM di kantor DPRD kini kondisinya memprihatinkan dan hanya ditutupi spanduk bekas.
Kondisi ini memicu antrean panjang di satu-satunya mesin ATM yang masih beroperasi di BRI Unit Morotai, kawasan Taman Kota Daruba. Namun, nasabah pun seringkali harus gigit jari karena mesin tersebut kerap kehabisan uang tunai.
“Sudah antre panjang, pas mau tarik uang, ternyata uangnya kosong,” ujar Umi, salah satu nasabah yang ditemui di lokasi, Sabtu (25/4/2026).
Umi menyayangkan minimnya perhatian pihak bank terhadap penambahan fasilitas, mengingat mayoritas penduduk Morotai merupakan nasabah BRI.
“Penduduk Morotai sudah banyak, tapi mesin ATM yang betul cuma satu. Di kantor DPRD dan bupati rusak semua. Kami berharap segera diperbaiki atau ditambah,” tambahnya.
Kekecewaan serupa diungkapkan Sardi, nasabah lainnya. Ia menilai pelayanan BRI di tingkat kabupaten seharusnya lebih maksimal dan tidak kalah dengan wilayah kecamatan.
“Mesin ATM di pusat kota tidak ada yang beres. Selain uangnya sering kosong, mesinnya rusak. Ini level kabupaten, harusnya fasilitas seperti ini diperhatikan serius,” tegas Sardi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bank BRI Unit Morotai, Ilmar Buamona, belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait keluhan nasabah dan kerusakan sejumlah fasilitas ATM tersebut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.