Tandaseru – Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP FORMAPAS Malut) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat kebijakan hilirisasi sektor pertanian. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mengangkat taraf hidup para petani di wilayah tersebut.
Ketua Umum PP FORMAPAS Malut, Riswan Sanun, menegaskan struktur ekonomi daerah sangat bergantung pada sektor pertanian, namun potensi tersebut belum tergarap maksimal. Ia menyoroti tantangan klasik di mana hasil bumi Maluku Utara masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah sehingga keuntungan yang diterima petani sangat minim.
“Hilirisasi pertanian merupakan langkah strategis yang harus segera diperkuat. Selama ini, petani belum menikmati hasil maksimal karena komoditas dijual tanpa proses pengolahan. Ini yang harus diubah,” ujar Riswan dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya bertumpu pada pengolahan produk, tetapi juga wajib diimbangi modernisasi teknologi dan penguatan kelembagaan petani. Mengingat kondisi geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan, Riswan menekankan perlunya sinergi lintas sektor mengatasi kendala distribusi dan infrastruktur yang selama ini menghambat konektivitas antarwilayah.
Lebih lanjut, PP FORMAPAS Malut mendorong keterlibatan aktif sektor investasi dan organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk membangun industri pengolahan berbasis komoditas lokal. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan rantai nilai ekonomi baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata secara akademik, organisasi ini berencana menggelar Seminar Nasional bertajuk “Hilirisasi Pertanian: Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Maluku Utara” untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah.
“Melalui forum akademik ini, kami ingin mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif serta memperkuat kolaborasi antar aktor dalam pembangunan sektor pertanian,” pungkas Riswan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.