Tandaseru — Polda Maluku Utara mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat, nelayan, serta operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Maluku Utara. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang fluktuatif.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Utara Kombes Pol Wahyu Istanto Bram W menegaskan, keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama seluruh pengguna jasa transportasi laut, baik kapal feri, speedboat, maupun kapal kayu tradisional. Pihak kepolisian meminta seluruh pihak selalu memperhatikan informasi cuaca dari instansi berwenang sebelum memutuskan berlayar.
“Lebih baik menunda keberangkatan demi keselamatan bersama, daripada memaksakan diri berlayar yang justru berpotensi menimbulkan kecelakaan laut (laka laut) yang tidak kita inginkan,” tegas Bram, Kamis (5/3/2026).
Selain memantau rilis prakiraan cuaca dari BMKG, Polda Maluku Utara juga menekankan beberapa poin krusial bagi para nakhoda dan pemilik kapal:
- Memastikan ketersediaan serta kelayakan alat keselamatan seperti life jacket dan lifebuoy.
- Melarang keras pengangkutan penumpang maupun barang yang melebihi kapasitas atau overload.
- Segera menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca terpantau buruk.
Guna memastikan standar keselamatan ini diterapkan secara disiplin, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) beserta jajaran Polres di wilayah kepulauan terus melakukan patroli dan sosialisasi langsung di berbagai pelabuhan. Masyarakat yang mengetahui adanya keadaan darurat di perairan diimbau segera melapor ke pos polisi terdekat atau menghubungi layanan Call Center 110.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.