Tandaseru – Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, memberikan peringatan keras kepada seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kabupaten Morotai terkait kedisiplinan dan kinerja. Hal ini ditegaskan Rusli saat memimpin apel pagi di halaman kantor Bupati, Senin (23/2/2026).
Dalam arahannya, Rusli meminta para PPPK lebih memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) di instansi masing-masing. Ia menekankan bahwa pengangkatan PPPK didasarkan pada kebutuhan negara dan daerah, sehingga setiap pegawai wajib memberikan kontribusi nyata.
“PPPK harus membenahi diri. Saya sampaikan bahwa PPPK diangkat karena dibutuhkan, sehingga datang ke kantor itu harus bisa kerja,” ujar Rusli di hadapan peserta apel.
Secara spesifik, Bupati mewanti-wanti para pegawai agar fokus mengemban tugas selama jam kerja dan tidak membuang waktu dengan aktivitas yang tidak produktif, seperti bermain ponsel.
“Jangan datang ke kantor hanya main HP. Kalau hanya datang untuk main HP, nanti akan dievaluasi. Saya ingatkan, perbaiki diri,” tegasnya.
Rusli juga tidak segan memberikan sanksi tegas bagi pegawai yang dinilai lalai dalam menjalankan kewajibannya.
“Jika tidak melaksanakan tugas, ya diistirahatkan saja karena dianggap capek,” tambahnya.
Sentil Kinerja PDAM
Selain masalah kedisiplinan pegawai, Bupati Rusli juga menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Morotai. Ia mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait seringnya pasokan air bersih terhenti.
“Sekarang ini air mati. Saya berharap PDAM bekerja lebih maksimal supaya masyarakat tidak kesulitan air,” pintanya.
Sebagai solusi sekaligus peringatan, Rusli melontarkan opsi menempatkan tenaga PPPK guna membantu teknis di lapangan jika kinerja mereka di kantor tidak maksimal.
“Kalau PPPK tidak bisa kerja (di kantor), nanti pindah ke PDAM saja. Jadi satu teknisi PDAM didampingi dua orang PPPK,” pungkas Rusli.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.