Tandaseru – Tokoh politik asal Maluku Utara, Sahrin Hamid, resmi didapuk menjadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat masa bakti 2026-2030. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang memutuskan transformasi perkumpulan Gerakan Rakyat menjadi partai politik nasional di Hotel Arya Duta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Keputusan tersebut diambil secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pengurus wilayah.
“Dipilihnya Sahrin merupakan aspirasi dari seluruh pengurus wilayah, rekomendasi internal dari DPW,” ujar Juru Bicara DPP Gerakan Rakyat, Angga Putra Fidrian.
Rekam Jejak Politik: Dari Maluku Utara ke Panggung Nasional
Sahrin Hamid bukanlah sosok baru dalam kancah politik Indonesia maupun daerah. Politikus ini memiliki rekam jejak panjang yang bermula dari Maluku Utara hingga mencapai kursi DPR RI.
• Kiprah Nasional: Pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI (2004-2009) dan menduduki berbagai posisi strategis di DPP PAN, termasuk Ketua Umum DPP Badan Muda PAN (2003-2006).
• Pengabdian Daerah: Di tanah kelahirannya, Sahrin sempat maju sebagai calon Wakil Gubernur Maluku Utara pada Pilkada 2013 dan dipercaya menjadi Staf Khusus Gubernur Maluku Utara pada 2018.
• Kepercayaan di Jakarta: Pasca Pilpres 2024, kredibilitasnya kian diakui di ibu kota. Pada Agustus 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung menunjuknya sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) atas dasar kredibilitas dan rekam jejak yang mumpuni.
Orang Kepercayaan Anies Baswedan
Nama Sahrin Hamid mulai dikenal luas publik nasional saat menjadi juru bicara utama Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Dari puluhan juru bicara yang ada, Sahrin disebut sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan personal paling kuat dengan mantan Gubernur Jakarta tersebut.
Kepercayaan ini berlanjut hingga Pilkada Jakarta 2024, di mana Sahrin menjadi kanal utama penyampaian dukungan Anies untuk pasangan Pramono Anung-Rano Karno.
Latar Belakang Pendidikan
Secara akademis, Sahrin merupakan praktisi hukum yang solid. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jakarta dan menuntaskan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada tahun 2009.
Dengan transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik, Sahrin kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa organisasi ini berkompetisi di kancah politik nasional pada periode 2026-2030.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.