Tandaseru — Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, Rabu (7/1/2026) pagi.

Akibat curah hujan yang tinggi sejak Selasa sore, ratusan rumah di Desa Tongute Ternate Asal dan Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, terendam air dengan ketinggian mencapai 3 meter atau setinggi atap rumah warga.

​Menurut informasi yang dihimpun, hujan lebat mulai mengguyur wilayah Kecamatan Tabaru dan Kecamatan Ibu sejak Selasa (6/1) sekitar pukul 15.00 WIT. Kondisi ini menyebabkan debit air Kali Ibu meningkat drastis pada Rabu dini hari pukul 04.00 WIT, hingga akhirnya meluap ke pemukiman warga pada pukul 06.00 WIT.

​Hingga pukul 09.30 WIT, debit air dilaporkan masih tinggi. Meski sebagian besar rumah warga terendam hingga ke bagian atap, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai total kerugian materiel maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Ratusan rumah di Desa Tongute Ternate Asal dan Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, terendam air dengan ketinggian mencapai 3 meter atau setinggi atap rumah warga. [Dok. Istimewa]
​Merespons situasi darurat ini, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi, langsung bergerak menuju lokasi bencana bersama Pasi Persdim dan Pasiterdim untuk memimpin langsung upaya penanganan di lapangan.

​Wilayah Rawan Banjir

Pihak Kodim 1501/Ternate mencatat sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Barat merupakan wilayah rawan banjir saat musim penghujan, di antaranya:

​Kecamatan Ibu: Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, Tahafo, dan Togola Sangir.

​Kecamatan Jailolo: Desa Todowongi, Bukumatiti, Gamlamo, dan Akediri.

​Kecamatan Sahu dan Sahu Timur: Desa Susupu, Balisoan, Golo, Gamomeng, dan Idamgamlamo.

​Pihak TNI mengimbau perlu adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Halbar, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta instansi terkait seperti Balai Sungai Kementerian PUPR dan BNPB untuk segera melakukan langkah penanggulangan guna mencegah dampak yang lebih luas di masa mendatang.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter