Tandaseru Sejumlah tambatan perahu di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan salah satunya di Desa Usbar Pantai yang telah rusak sejak tahun 2018 dan belum diperbaiki.

Kerusakan ini menimbulkan keluhan dari para nelayan setempat. Isman, seorang nelayan di Kecamatan Morotai Selatan Barat, menyayangkan kondisi tambatan perahu yang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun.

“Harusnya di zaman pak Bupati sebelumnya itu sudah diperbaiki, akhirnya Pemda yang sekarang memikul beban berat masalah yang ditinggalkan,” ujar Isman, seraya berharap jembatan tersebut segera diperbaiki karena merupakan kebutuhan vital bagi nelayan di Usbar.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Morotai, Ahdad Hi. Sudin, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai siap melakukan upaya perbaikan.

“Pemda akan evaluasi Tambatan Perahu yang mengalami rusak, semua sudah kami cek. Staf saya sudah cek di semua titik. Kondisi Tambatan perahu pada umumnya kurang lebih 80 persen yang mengalami rusak berat,” kata Ahdad.

Ahdad menjelaskan bahwa saat ini, Pemda Morotai menghadapi kendala anggaran karena dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk tahun depan sudah kosong. Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan perbaikan ke Pemerintah Pusat dan Provinsi.

“Kami coba berkomunikasi dengan pihak provinsi dan pihak pusat supaya ini bisa dilihat. Tambatan Perahu yang rusak berat, misalnya di Desa Wayabula, Waringin, Usbar Pantai, kalau dibangun baru maka dia memakan biaya di atas Rp1 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kerusakan ringan di beberapa lokasi seperti Taman Kota Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Desa Pandanga, dan Joubela, Ahdad menyebut anggarannya bisa disesuaikan, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp400 juta, tergantung tingkat kerusakan.

Secara khusus, untuk Tambatan Perahu di Taman Kota, Ahdad merencanakan penyesuaian desain.

“Rencana awal kami lakukan penyesuaian untuk rencana desainnya harus tiangnya slop naik sedikit, karena Tambatan Perahu di situ terlalu rendah sehingga air laut pasang dia bisa naik ke bantalan kayu,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter