Tandaseru — Kekayaan nikel dan emas yang mengalir dari perut bumi Maluku Utara kembali menjadi sorotan. Investasi pertambangan yang terus berkembang dinilai harus memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat, terutama putra-putri daerah.

Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Maluku Utara, Iswan Abubakar, mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar tidak sekadar menjadi fasilitator masuknya investasi, tetapi tampil sebagai garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat.

Menurut Iswan, investasi bukan sesuatu yang harus ditakuti atau ditolak. Sebaliknya, investasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Namun, ada satu pertanyaan yang menurutnya tidak boleh dihindari:

“Ketika nikel dan emas Maluku Utara memberikan nilai ekonomi yang besar, lalu apa yang benar-benar diterima masyarakat Maluku Utara?”

Pertanyaan itu, kata Iswan, harus dijawab bukan dengan slogan, tetapi dengan kebijakan yang konkret.

“Kita mendukung investasi. Kita mendukung pembangunan nasional dan program Presiden Prabowo Subianto. Tetapi jangan sampai sumber daya alam kita melimpah, industri tumbuh besar, sementara anak-anak Maluku Utara hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Iswan.

Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Iswan menilai, pemerintah daerah harus memastikan putra-putri Maluku Utara memperoleh kesempatan yang adil untuk masuk dan berkembang di sektor industri pertambangan.

Bukan hanya sebagai pekerja pada level tertentu, tetapi juga diberi kesempatan untuk menempati posisi profesional dan strategis sesuai kemampuan.

Untuk itu, pemerintah bersama perusahaan perlu membangun program pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan peningkatan keterampilan yang benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kalau alasannya anak daerah belum memiliki kompetensi, maka tugas kita adalah menyiapkan kompetensinya. Jangan terus-menerus menjadikan keterbatasan SDM lokal sebagai alasan untuk menutup kesempatan,” ujar Iswan.

Menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, nilai produksi atau pertumbuhan ekonomi.

Ada indikator yang jauh lebih dekat dengan kehidupan rakyat: berapa banyak anak daerah yang bekerja, berapa banyak pengusaha lokal yang tumbuh, berapa banyak UMKM yang masuk dalam rantai pasok industri, dan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Malut Jangan Hanya Jadi Penonton Investasi

Iswan juga memberikan catatan penting kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Menurutnya, Pemprov harus memiliki keberanian untuk mengawal kepentingan daerah ketika berhadapan dengan kepentingan investasi.

“Pemerintah daerah jangan hanya hadir ketika investor datang. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kepastian, ketika tenaga kerja lokal membutuhkan kesempatan, dan ketika pengusaha lokal ingin masuk dalam rantai ekonomi industri,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh berada dalam posisi berhadap-hadapan dengan investor maupun masyarakat. Pemerintah harus menjadi jembatan yang memastikan kepentingan investasi, pembangunan nasional dan kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Investor kita hormati. Program pemerintah pusat kita dukung. Tetapi rakyat Maluku Utara juga harus kita bela. Tiga kepentingan ini harus bisa berjalan bersama,” tegasnya.

Kaya Tambang, Jangan Miskin Kesempatan

Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, Iswan mengingatkan bahwa kekayaan alam tidak otomatis membuat rakyat sejahtera apabila tidak dikelola dengan tata kelola yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Jangan sampai kita kaya tambang, tetapi miskin kesempatan. Jangan sampai kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tetapi anak-anak kita justru harus mencari pekerjaan jauh dari daerahnya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar aktivitas pertambangan memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Mulai dari transportasi, jasa, perdagangan, UMKM, koperasi hingga berbagai sektor pendukung industri harus mendapatkan ruang.

Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya berputar di kawasan pertambangan, tetapi mengalir ke berbagai lapisan masyarakat.

Dukung Prabowo, Tetapi Kepentingan Rakyat Harus Dikawal

Iswan menegaskan, dukungan terhadap agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata di daerah.

Maluku Utara, kata dia, memiliki posisi strategis dalam agenda industrialisasi nasional karena kekayaan mineralnya.

Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun SDM Maluku Utara, bukan sekadar meningkatkan eksploitasi sumber daya alam.

“Kita ingin Maluku Utara menjadi bagian penting dari pembangunan nasional. Tetapi jangan hanya menjadi lumbung sumber daya alam. Kita harus menjadi daerah yang masyarakatnya ikut menikmati hasil pembangunan,” kata Iswan.

Ia pun meminta Pemprov Maluku Utara tampil lebih berani, proaktif dan terukur dalam mengawal investasi.

Bukan untuk menghambat investor, melainkan memastikan investasi berjalan dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, transparansi dan keberpihakan kepada masyarakat.

Investasi Boleh Datang, Rakyat Jangan Ditinggalkan

Pada akhirnya, Iswan yang juga alumni Sosiologi UMMU Ternate ini menegaskan, investasi nikel dan emas harus menjadi jalan menuju kemajuan Maluku Utara.

Pertambangan tidak boleh hanya meninggalkan angka produksi dan penerimaan ekonomi, tetapi harus meninggalkan warisan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita ingin investor datang. Kita ingin industri tumbuh. Kita ingin ekonomi daerah maju. Tetapi satu hal yang tidak boleh hilang: rakyat Maluku Utara harus mendapatkan tempat yang layak dalam pembangunan itu sendiri. Putra-putri daerah harus diberi kesempatan untuk menjadi pelaku, bukan sekadar penonton,” tegas Iswan.

Investasi boleh datang. Industri boleh berkembang. Kekayaan alam boleh dikelola untuk kepentingan nasional. Tetapi masyarakat Maluku Utara tidak boleh ditinggalkan.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak kekayaan alam yang berhasil diolah, tetapi seberapa jauh kekayaan itu mampu mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Iswan.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter