Tandaseru – Dua nelayan asal Desa Gamhoku, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan, Jumat (29/5/2026) sore. Sebelumnya, longboat yang mereka tumpangi mengalami patah AS propeller (baling-baling) di perairan antara Kepulauan Sangir dan Halmahera Utara.

Kedua korban diidentifikasi bernama Alwin Barhama (48 tahun) dan Iradat Ongkormol (20 tahun).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan operasi penyelamatan ini bermula dari laporan Salma, istri salah satu korban, ke Pos SAR Tobelo Jumat pagi.

Berdasarkan kronologi kejadian, kedua korban bertolak dari Sangir, Sulawesi Utara, menuju Tobelo pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 02.00 WITA menggunakan perahu jenis pumpboat. Namun, sekitar pukul 13.00 WIT, mesin kapal mereka mengalami kerusakan patah AS propeller sehingga terombang-ambing di laut.

“Korban sempat berlindung dengan mengikat perahu mereka pada sebuah rumpon untuk mencoba memperbaiki mesin. Pada Kamis (28/5) pagi, korban sempat mengabari keluarga bahwa mereka akan mencoba mendayung menuju Dama,” ujar Iwan.

Lantaran kehilangan kontak akibat kendala jaringan hingga Jumat pagi, pihak keluarga akhirnya memutuskan meminta bantuan evakuasi ke Basarnas.

Merespons laporan tersebut, Tim SAR Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menuju lokasi menggunakan RIB 03 Tobelo. Di tengah pencarian, sekitar pukul 06.45 WIT, pihak keluarga berhasil tersambung kembali dengan korban yang mengonfirmasikan posisi terakhir mereka sudah bergeser ke perairan antara Pulau Morotai dan Desa Posi-Posi, Pulau Bau.

Tim SAR Gabungan kemudian memperluas area pencarian dari Wayabula ke arah utara hingga perairan Libano, serta berkoordinasi dengan Polsek Morotai Utara untuk memantau wilayah barat Morotai.

Setelah menyisir perairan hingga sore hari, kerja keras tim membuahkan hasil. Pada pukul 15.49 WIT, kedua korban berhasil ditemukan.

“Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun kondisi fisiknya lemas karena kelelahan. Tim langsung mengevakuasi mereka menuju Desa Sopi, Kabupaten Pulau Morotai,” tambah Iwan.

Sekitar pukul 17.55 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Desa Sopi dan langsung menyerahkan kedua nelayan tersebut kepada pihak keluarga yang sudah menunggu.

Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter