Tandaseru — Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Laromabati di Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kini dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak digunakan.
Selain mengalami kerusakan parah di berbagai sisi, keterbatasan ruangan dan fasilitas di puskesmas ini membuat pelayanan kesehatan masyarakat menjadi tidak maksimal.
Sejak dibangun hampir 20 tahun lalu, gedung puskesmas ini diketahui belum pernah mendapatkan renovasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Dinas Kesehatan setempat. Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh dinding bangunan sudah rapuh, sementara bagian atap seng, plafon, hingga jendela tampak rusak dan berlubang. Kondisi fisik yang terbengkalai ini bahkan membuat bangunan terlihat layaknya kandang hewan.
Kerusakan parah ini diperparah oleh terbatasnya jumlah ruangan. Akibatnya, pihak puskesmas terpaksa mengalihfungsikan beberapa area. Ruang rapat, misalnya, kini harus dibagi untuk fungsi pelayanan lain seperti, ruang emergency (gawat darurat), ruang dokter, ruang obat, dan laboratorium.
Kelima fungsi pelayanan tersebut berada dalam kondisi yang tidak representatif. Saat hujan deras melanda, ruangan-ruangan ini kerap mengalami kebocoran. Tidak hanya itu, rumah dinas Kepala Puskesmas bahkan terpaksa disulap menjadi kantor sekaligus ruang pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kondisi darurat ini jelas tidak masuk dalam standar kualifikasi fasilitas kesehatan yang sehat dan aman.
Selain persoalan infrastruktur gedung, Puskesmas Laromabati juga tidak memiliki fasilitas mobil ambulans untuk menangani kasus kedaruratan medis. Sebelumnya, pihak puskesmas sempat meminjam mobil ambulans bekas dari Puskesmas Pulau Makian, namun kendaraan operasional tersebut sudah rusak total sejak beberapa tahun lalu.
Akibatnya, jika ada warga yang mengalami kondisi gawat darurat atau hendak melahirkan, pihak keluarga terpaksa mengangkut pasien menggunakan sepeda motor atau mobil bak terbuka milik desa.
Kepala Puskesmas Laromabati, Amina Albaar, membenarkan kondisi karut-marutnya sarana dan prasarana di tempatnya memimpin. Mantan Kepala Puskesmas Bajo Botanglomang ini mengaku sangat terkendala dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
”Bangunannya sudah tua dan rapuh, atap dan plafon juga bocor, belum lagi ruangannya terbatas. Kalau ada pasien yang mau melahirkan atau emergency, kami angkut pakai mobil desa,” ujar Amina saat dikonfirmasi, akhir pekan kemarin.
Amina menambahkan bahwa pihak puskesmas sudah berulang kali mengajukan usulan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum juga terealisasi.
”Terakhir tahun lalu kami usulkan, hanya saja terkendala efisiensi anggaran. Kami berharap banyak ada perhatian dari Pemkab Halmahera Selatan untuk segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas gedung ini di tahun depan, sehingga masyarakat dapat menerima layanan kesehatan yang layak dan aman,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.