Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan drainase skala besar akan dilaksanakan tahun 2026 ini. Langkah strategis ini diambil guna mengakhiri penderitaan warga Desa Muhajirin yang telah menjadi langganan banjir selama belasan tahun.
Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, mengungkapkan bahwa proyek ini akan melibatkan kolaborasi antara anggaran Pemerintah Daerah dan Balai Wilayah dari Provinsi Maluku Utara.
Skenario Aliran Air Menuju Pantai
Fahmi menjelaskan, titik fokus pembangunan drainase oleh Pemda akan dimulai dari sepanjang jalan Telkom hingga Tugu Bintang. Jalur ini dirancang khusus untuk memotong dan mengantisipasi kiriman air dari dataran tinggi Desa Darame yang selama ini meluap ke Desa Muhajirin.
“Tahun ini ada pembangunan drainase dari Pemda dan Balai Provinsi. Drainase ini akan terkoneksi sehingga pembuangan air langsung menuju pantai Daruba,” ujar Fahmi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Khusus untuk Desa Muhajirin, pemerintah telah menyiapkan skema pembuangan air ke arah kawasan mangrove. Untuk mengantisipasi fenomena air laut pasang, sistem drainase tersebut akan dilengkapi dengan teknologi buka-tutup.
Rencana Penambahan Pompa Air
Selain infrastruktur fisik berupa parit dan gorong-gorong, Dinas PUPR juga tengah mengkaji penambahan unit mesin pompa air sebagai langkah cadangan.
“Jika anggaran daerah mencukupi, kami akan tambah satu mesin pompa lagi untuk Muhajirin. Kita prioritaskan dulu pembangunan drainase dari Desa Darame, jika dirasa masih belum cukup mengatasi debit air, maka penambahan pompa menjadi solusi berikutnya,” tegas Fahmi.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga di RT 03 dan RT 04 Desa Muhajirin yang kerap terendam banjir setinggi lutut setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Morotai Selatan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.