Tandaseru – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Halmahera Barat, Maluku Utara, mengumumkan perubahan signifikan pada kuota dan mekanisme keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) untuk tahun 2026. Kuota haji reguler Halbar anjlok drastis menjadi hanya 20 orang, dari 74 jemaah pada tahun sebelumnya.

Informasi ini disampaikan dalam pertemuan bersama JCH di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Selasa (2/12/2025), yang dihadiri Wakil Bupati Djufri Muhamad dan sejumlah pejabat daerah.

Sistem Daftar Tunggu Tertua Jadi Acuan

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Halbar, Fahriah Usman, menjelaskan penurunan kuota dan perubahan sistem ini disebabkan transisi kewenangan kementerian dan kebijakan penyeragaman daftar tunggu.

“Sistemnya berubah total. Siapa yang paling lama mendaftar di Maluku Utara, itu yang berangkat,” jelas Fahriah.

Penentuan keberangkatan kini mengacu pada daftar tunggu tertua di tingkat provinsi, yakni pendaftar tahun 2013 hingga 2015.

Kuota Halbar Anjlok

Halbar awalnya hanya mendapat kuota lima jemaah. Setelah koordinasi, kuota berhasil ditingkatkan menjadi 20 orang, terdiri dari:

• Jemaah Urut Porsi: 5 orang

• Jemaah Lunas Tunda: 10 orang

• Jemaah Lanjut Usia (Lansia): 5 orang

Namun, setelah verifikasi, terdapat enam jemaah (tiga urut porsi dan tiga lansia) yang telah meninggal dunia. Dengan demikian, hanya 14 orang yang dipastikan berangkat, ditambah dua orang sebagai cadangan.

Fahriah menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Haji dan Umrah mengenai mekanisme penggantian jemaah yang meninggal.

Pemerintah Daerah Prihatin

Wakil Bupati Djufri Muhamad mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia mengakui Pemerintah Daerah terkejut ketika Halbar awalnya hanya memperoleh lima kuota.

“Kuota 2026 sangat miris, penurunan ini terjadi karena kebijakan pemerintah pusat yang ingin menyeragamkan rentang kendali daftar tunggu haji di seluruh daerah,” ujar Djufri.

Djufri memastikan Pemda Halbar akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait agar kuota haji untuk Halmahera Barat dapat kembali ditingkatkan, baik pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter