“Dan itu dibuktikan dengan beberapa pernyataan yang disampaikan oleh beberapa penutur suku Sahu,” terangnya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2022 lalu, pihaknya merevitalisasi 4 bahasa daerah di Maluku Utara yang terancam punah. Dengan begitu, Kantor Bahasa menemukan satu bahasa yakni bahasa Sahu yang terancam punah pula sehingga pada 2023 kemarin pihaknya menambah bahasa Sahu tersebut.

“Nah di tahun 2024 ini kami juga merevitalisasi bahasa Sahu karena menurut kami masih perlu dikawal,” terangnya.

Disinggung soal upaya melestarikan bahasa Sahu, dia berujar, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Halbar untuk mendorong regulasi berkaitan dengan pelestarian bahasa Sahu tersebut.

“Membuat perda (peraturan daerah) kemudian dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal begitu. Sebisa mungkin untuk di tingkat SD dan SMP,” pungkasnya.