Adapun penetapan THR keagamaan sebagai berikut:
- Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja selama 12 bulan secara terus menerus atau lebih besar satu bulan upah.
- Bagi pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian waktu tertentu.
- Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan masa perhitungan: masa kerja 12 bulan dikali satu bulan upah.
- Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan dihitung sebagai berikut:
– Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
-Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.
5. Bagi perusahaan industri padat karya tertentu yang berorientasi ekspor sebagaimana dimaksud dalam Permenaker Nomor 5 tahun 2023 tentang penyesuaian waktu kerja dan pengupahan pada perusahaan industri padat karya tertentu berorientasi ekspor yang terdampak perubahan ekonomi global, maka upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan THR keagamaan bagi pekerja/buruh menggunakan nilai upah terakhir sebelum penyesuaian berdasarkan kesepakatan.
6. THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
Sementara, proses pembayaran THR juga akan dipantau langsung oleh pegawai pengawasan Ketenagakerjaan Maluku Utara.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.