Koordinator aksi Zulkarnain Yoesangadji mengatakan, aksi yang dilakukan HPMS ini merupakan bentuk kekecewaan yang harus disampaikan ke publik, terutama terhadap Kapolda Irjen Pol Midi Siswoko. Midi diminta mempertimbangkan pembatalan Sulastri yang ikut pendidikan.
“Apalagi Sulastri ini putri daerah, jadi soal usia bagi kami alasan yang tidak profesional yang disampaikan,” kata Zulkarnain.
Ia mendesak Kapolda agar menangani masalah yang dialami Sulastri ini secara lebih serius. Hal yang paling utama, kata dia, adalah mengembalikan Sulastri sebagai peserta pendidikan bintara.
“Selain itu, kami juga mendesak Kapolda membentuk tim khusus untuk menyelidiki timsel casis bintara Polda Malut. Jika tuntutan itu tidak diakomodir maka kami akan kembali lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.