Tandaseru — Jembatan kayu samping dermaga semut Kelurahan Mangga Dua, Ternate, Maluku Utara, yang merupakan aset Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate diduga merupakan proyek gagal perencanaan.
Betapa tidak, proyek yang didanai lewat APBD 2020 senilai Rp 300 juta tersebut setelah selesai dikerjakan hingga kini belum dapat difungsikan.
Jembatan kayu itu rencananya untuk kapal motor kayu yang saat ini melayani rute pelabuhan Bastiong – Rum, Tidore Kepulauan. Namun, tidak dapat difungsikan lantaran konstruksi jembatan yang terlalu tinggi.
“Saya juga tidak mengerti mereka punya pelabuhan itu, memang dia tinggi, kecil lalu tinggi,” ungkap Nandi Naser, Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Kota Ternate, Senin (4/4).
Nandi bilang, masalah jembatan kayu itu pernah dibahas beberapa kali bersama KSOP, dengan harapan ada solusi agar jembatan tersebut bisa difungsikan.
Menurut dia, jika jembatan itu harus diubah atau ditambah konstruksi bangunannya maka tentu akan menelan anggaran yang cukup besar.
“Kalau mau kasih fungsi itu anggaran besar barangkali itu,” tandasnya.
Sementara itu amatan tandaseru.com pada jembatan kayu tersebut terlihat tinggi jembatan dari permukaan air sekitar 3 meter.
Dengan ketinggian itu maka sudah pasti tidak dapat dipakai oleh motor kayu yang biasanya selain memuat penumpang juga sepeda motor.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.