Tandaseru — Mangkraknya lanjutan proyek pembangunan dua menara Masjid Almunawwar Ternate, Maluku Utara, diduga juga imbas dari ulah sejumlah oknum anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.

Hal ini diungkapkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara kepada Ketua Yayasan Almunawwar, H. Muchsin Saleh Abubakar.

Muchsin mengatakan, PUPR beralasan bahwa usulan lanjutan proyek menara masjid sudah berapa kali dilakukan namun selalu tidak diakomodir DPRD.

Olehnya itu, pihak Yayasan Almunawwar menaruh dugaan bahwa ada oknum wakil rakyat di DPRD Provinsi Maluku Utara yang sengaja ‘menjegal’ usulan proyek ini.

“Hingga saya meminta kepada kaum muslimin Malut segera identifikasi anggota DPRD mana dan dari fraksi dan partai apa yang dengan sengaja tidak mengakomodir bangunan menara tersebut,” cetus Muchsin kepada tandaseru.com, Rabu (12/1).

Ia pun meminta Dinas PUPR untuk mengungkap siapa saja nama-nama anggota DPRD Malut yang tega menolak usulan proyek ini.

“Dan tipe anggota DPRD yang begini kami berharap ke depan jangan dipilih lagi karena di samping merugikan umat Islam juga mau mencari keuntungan dari ketukan palunya,” terang dia.

Menurut dia, ke depannya bila pemerintah provinsi dan DPRD tidak mampu lagi meneruskan proyek ini maka sebaiknya dihibahkan ke Yayasan Almunawwar atau ke Pemerintah Kota Ternate.

“Dihibahkan saja sampah tiang pancang yang mengganggu jamaah dan kaum muslimin yang lalu lalang. Dan tidak menutup kemungkinan kami dari yayasan akan lelang biaya menara ini ke kaum muslimin agar umat tahu ketidakberpihakan pemerintah dan DPRD provinsi kita dalam pembiayaan proyek-proyek ilahiah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, Yayasan Almunawwar pun sangat mengapresiasi respon dari pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara maupun Kejaksaan Negeri Ternate yang kini mulai mengusut kasus mangkraknya proyek dua menara ini.

“Saya bangga dengan Pak Kajati dan Kajari yang mau membongkar kasus ini demi kemaslahatan umat di sini. Padahal notabene mereka akan pindah tempat tugas tapi kepedulian mereka luar biasa, sementara kita yang notabene umbar janji-janji manis ke umat tapi hasilnya nol besar,” pungkasnya mengakhiri.