Sekilas Info

Pengadilan Tinggi Maluku Utara Tolak Banding BRI Sanana dalam Kasus Alih Kredit

Kuasa Hukum Penggugat, (dari kiri) Fahmi Drakel, Kuswandi Buamona, dan Zulfitrah Hasim.

Tandaseru -- Pengadilan Tinggi (PT) Maluku Utara menolak permohonan banding yang diajukan Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Sanana, Kepulauan Sula dalam kasus alih kredit.

Banding tersebut dilayangkan atas gugatan ahli waris nasabah BRI, Azwin Parasesa Thamrin dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Sanana Nomor 2/Pdt.G/2020/PN Snn tertanggal 8 Desember 2020 lalu.

Dalam gugatannya, Azwin didampingi tiga kuasa hukum, yakni Kuswandi Buamona, Zulfitrah Hasim, dan Fahmi Drakel.

Kuswandi mengungkapkan, dalam putusannya PT Malut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sanana tersebut. Di mana PT Malut menolak eksepsi Tergugat III, dalam hal ini BRI Sanana.

Putusan PN Sanana sendiri menyatakan bahwa sebidang tanah dan rumah seluas kurang lebih 202 m2 yang terletak di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, berdasarkan Sertifikat Hak Milik 229 dengan nama pemegang Thamrin H. Syamsudin, adalah sah milik para Penggugat selaku ahli waris Almarhum Thamrin H. Syamsudin.

Selain itu, lanjut Kiswandi, sesuai putusan PN Sanana sebelumnya, perbuatan para Tergugat adalah perbuatan melawan hukum. Maka Pengadilan menghukum para Tergugat membayar kerugian materil kepada Penggugat secara tanggung renteng dengan sejumlah Rp 45 juta, sekaligus dan seketika setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya, menghukum Tergugat II untuk mengosongkan objek sengketa dari segala yang menjadi haknya, maupun orang lain yang ada di atasnya.

"Kemudian, Tergugat II harus menyerahkan objek sengketa kepada para Penggugat dalam keadaan baik dan kosong setelah perkara ini mempunyai putusan yang berkekuatan hukum tetap," ujar Kiswandi mengutip putusan Pengadilan.

Penulis: Samsur Sillia
Editor: Ika FR