Sekilas Info

Kompak, Orang Tua Murid Minta Screening Corona Dipindahkan dari GOR SD Unggulan

SD Unggulan 1 Pulau Morotai. (Tandaseru/Irjan)

Tandaseru -- Keluhan soal screening Covid-19 yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga Sekolah Dasar (SD) Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai, Maluku Utara tak hanya mengundang protes guru. Para orang tua dan wali murid juga mengeluhkan hal yang sama.

Kepada tandaseru.com, sejumlah orang tua murid mengaku cemas lokasi sekolah anak mereka masih digunakan sebagai tempat screening Covid-19.

"Iya, tidak nyaman deng tong punya anak beraktivitas sekolah, barang dekat deng tempat itu (GOR, red). Kalau bisa kase pindah di tempat lain saja supaya tong pe anak-anak aman dari virus corona itu," ucap orang tua murid, Jumat (27/11).

Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Unggulan 1 Morotai Didik Wahyudi ketika dikonfirmasi mengatakan, tempat screening itu dulunya juga dipakai untuk tempat karantina. Hanya saja, saat karantina sudah selesai maka ruang sekolah sudah tidak dipakai lagi.

Kepala Sekolah SD Negeri Unggulan 1 Morotai Didik Wahyudi. (Istimewa)

"Ruang sekolah kita langsung melakukan sterilisasi dan penyemprotan berdasarkan instruksi edaran dari Dinas Pendidikan, karena sekolah sudah beraktivitas kembali," kata Didik.

Ia mengakui, untuk tempat screening saat ini masih memakai GOR SD. Didik juga membenarkan ada beberapa keluhan dari orang tua tentang adanya screening di situ.

"Kami pihak sekolah, saya selaku Kepala Sekolah juga sudah mengkomunikasikan tentang keluhan-keluhan orang tua wali murid pada Dinas Kesehatan dan kebetulan kemarin Dinas Kesehatan datang ke sekolah dalam rangka sosialisasi kesehatan di hari kesehatan nasional, kesempatan itu kami sampaikan tentang beberapa keluhan dari orang tua terkait dengan keberadaan screening yang masih memakai GOR sekolah itu. Disampaikan keberatan itu, kata beliau akan disampaikan ke atasannya," katanya.

Selain menyampaikan ke Dinkes, Kepsek bilang, pihak sekolah juga sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan soal keluhan tersebut.

"Tapi kami dari pihak sekolah memang serba salah. Satu sisi kami dari pihak sekolah juga berpartisipasi dalam penanganan Covid, tapi sisi lain ada beberapa keluhan orang tua terkait keberadaan screening ini yang menjadi kita sampaikan," terangnya.

Sementara waktu, sambungnya, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut pengambil kebijakan Tim Satgas Covid-19.

"Kami guru untuk tetap ekstra mengawasi anak-anak. Jangan sampai mendekati tempat GOR berbaur dengan mereka yang datang, jadi dua hari itu kami pantau demi kesehatan anak juga untuk menenangkan hati orang tua yang khawatir. Kami pasti kerja ekstra seperti tadi saya juga berdiri mengawasi anak-anak ditambah dengan guru-guru dan penjaga sekolah," imbuhnya.

"Kami sudah sampaikan kurang lebih satu minggu, karena aktif sekolah belum lama ini. Harapannya ditinjau kembali, karena jumlah murid di sekolah ini semuanya totalnya 632 siswa," tandasnya.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril A.