Tandaseru — Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara kompak menyuarakan seruan Pilkada damai serta taat protokol kesehatan (prokes) dalam Pilkada di masa pandemi Covid-19.
Ini diungkapkan para paslon saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan singkat selama 5 menit oleh KPU usai pencabutan nomor urut, Kamis (24/9).
Calon Wali Kota nomor urut 1 Basri Salama mengatakan, nomor urut 1 menggambarkan amanah. Dalam Pilwako Tikep, Basri berpasangan dengan M. Guntur Alting dan memilih akronim BAGUS.
“Pemaknaan BAGUS sebagaimana dalam kosakata bahasa Indonesia adalah baik. Bahwa pada posisi pertama, kata ini mengandung makna sebagai bagian dari cara kita berpikir, mengelola daerah ini harus dengan cara-cara yang baik. Kami yang mendapatkan nomor urut 1 ini, pertanda diberi amanah dan tidak beda jauh dengan kata BAGUS yang diusulkan sebagai jargon kami,” ujarnya.
Basri juga mengajak seluruh kandidat yang bertarung pada Pilkada Tikep 2020 agar sama-sama menjaga silaturahmi dan persaudaraan.
“Kita sesunguhnya adalah baik, dan marilah kita menjaga persahabatan ini, karena pertarungan politik ini adalah sesaat. Jadi silaturahmi adalah bagian dari menjaga Kota Tidore Kepulauan dengan tertib, serta menjaga silaturahmi ini dengan kegotongroyongan agar kita mejadi bagian untuk menyejahterahkan masyarakat Tidore Kepulauan,” jelasnya.
Hal yang sama disampaikan calon Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim. Ali mengatakan bahwa dengan mendapatkan nomor urut 2 berarti pertanda ia dan Muhammad Sinen (AMAN) akan melanjutkan dua periode dan melanjutkan apa-apa yang belum diselesaikan pada periode pertama.
“Pendidikan politik tetap harusnya mendidik kepada semua masyarakat tanpa menjatuhkan orang lain. Politik harus hadir dan memberikan setara bagi seluruh warga masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Untuk itu, mari kita mengedepankan politik gagasan agar Tidore semakin jang foloi,” ungkap Ali.
Sementara calon Wali Kota Salahuddin Adrias dalam sambutannya menegaskan, nomor urut 3 yang didapatkan ia dan M. Djabir Taha (SALAMAT) adalah utusan, dan pada prinsipnya, nomor tersebut bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Kota Tikep.
“Bahwa proses pemilihan hari ini kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19, untuk itu dengan pelajaran ini, pandemi ini tidak lagi memperparah proses kehidupan ekonomi, politik, budaya, yang ada di Kota Tikep. Makanya kita semua harus SALAMAT,” imbuhnya.
Salahuddin juga meminta simpatisan dan relawan serta pendukungnya agar selalu mengedepankan politik ide dan gagasan. Dirinya berharap agar simpatisan dan relawan bijaksana menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi yang baik.
“Apalagi dengan momentum ini, kita semua tetap menjaga keamanan dan tidak merusak pesta demokrasi ini,” harapnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.