Tandaseru — Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu (5/12). Dalam aksi tersebut, massa mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum maupun kelompok yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Puluhan massa yang dikoordinir Ketua GP Ansor Halut Jarnawi Dodungo itu melengkapi diri dengan sound system dan spanduk bertuliskan “GP Ansor Halut Tolak Ulama Pemecah Belah Umat”.

Dalam orasinya Jarnawi menegaskan, melihat situasi nasional akhir-akhir ini banyak masalah kebangsaan yang terjadi, misalnya politik identitas yang berupaya dimainkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab secara perseorangan maupun kelembagaan.

“Dengan segala keberagaman latar belakang identitas Negeri Hibualamo, Halmahera
Utara adalah wilayah yang aman dan damai. Maka selaku Pimpinan Cabang GP Ansor Halmahera Utara dan tokoh agama menolak keras segala bentuk kekerasan, intoleran dan ektrimisme yang mengundang kontlik horizontal di Hibualamo,” ungkapnya.

Jarnawi menambahkan, isu pemecah belah kedaulatan NKRI yang berkedok agama maupun kekerasaan lainnya adalah sebuah desain yang dilakukan oleh kelompok yang tidak menerima perbedaan kelompok masyarakat lainnya. Oleh karena itu, sentimen isu SARA menjadi momok yang berbahaya dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kami sebagai pemuda di Hibualamo meminta agar masyarakat, khususnya di Halut mendukung penuh sikap tegas TNI dan Polri kepada kelompok organisasi yang menebar narasi kebencian kepada sesama anak bangsa serta menolak dengan tegas kelompok-kelompok yang menyampaikan narasi ujaran kebencian di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Maluku Utara,” tegasnya.

Orator lain, Sofyan Ladjame menyatakan, cara main penyebaran isu kebencian dan SARA seperti ini sangat mudah diterima di kalangan masyarakat bawah yang tidak begitu memahami rencana dari setiap kelompok yang memainkannya. Akselarasi isu tentang perpecahan NKRI sering dimanfaatkan pada setiap momentum politik dan cepat meluas.

“Misalnya, beredarnya video azan di beberapa daerah yang menyerukan jihad oleh kelompok yang mengatasnamakan agama dan merasa paling benar. Ini tentu membuat situasi kebangsaan semakin gaduh. Selain itu di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Selatan diduga aksi terorisme yang dilakukan dengan membakar rumah warga yang mengakibatkan 3 orang tewas dengan dalil menjalankan perintah agama,” ucapnya.

“Upaya yang dilakukan oleh kelompok teroris ini ingin memecah belah kerukunan antarumat beragama. Kami atas nama GP Ansor Halut mengecam tokoh yang menebar kebencian dan provokasi. Dan kami minta agar masyarakat Halut mendukung aparatur negara TNI dan Polri untuk menindak tegas oknum baik perseorangan, kelompok lembaga yang mengancam Pancasila dan UUD 1945, dan mengajak seluruh elemen masyarakat Halut untuk selalu memperkuat nilai adat istiadat dan agama agar selalu rukun sehingga nilai Bhinneka Tunggal Ika bisa terwujud di Negeri Hibualamo,” tukasnya.