Tandaseru — Wakil Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, Djufri Muhamad, membuka secara resmi Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Jailolo, Sahu, dan Sahu Timur. Kegiatan yang digelar ini sebagai langkah percepatan, pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Halbar.
Kegiatan dengan tema “Konvergensi dan Komitmen dalam Percepatan Penurunan Stunting Wujudkan Halmahera Barat Sehat untuk Indonesia Emas 2045” difasilitasi oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) di Rumah Perempuan Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Selasa (23/7/2024).
Wabup Djufri dalam sambutannya meminta agar para stakeholder baik dari Kementerian Agama, Kesehatan, P2KB, dan instansi terkait lainnya, kemudian di desa, PKK, Kader Posyandu, lembaga BPD, agar bersama-sama menaruh perhatian penuh dalam pencegahan stunting ini.
“Alhamdulillah Halmahera Barat ini setiap saat terjadi penurunan, semoga diakhir 2024 ini target kita bisa tercapai, artinya target nasional di 2024 ini bisa ditekan minimal sampai 14 persen, semoga bisa teralisasi,” ungkapnya.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Halbar ini mengatakan, fakta yang kita lihat untuk halbar upaya penanganan stunting ini sangat luar biasa, karena semua TPPS dari tingkat Kabupaten maupun Desa ikut berperan dalam penanganan pencegahan penurunan stunting.
“Sehingga kita harus memastikan pembahasan APBDes tingkat desa itu BPD ikut berperan, dan PKK juga bisa mengawal ke Kades karena notabene suaminya sendiri, sehingga semua item kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan penurunan angka stunting harus betul-betul dikawal,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.