Tandaseru — Cengkeh Afo and Gamalama Spices (CAGS), komunitas pegiat pariwisata berbasis kuliner rempah asal Maluku Utara, didapuk sebagai official food partner KTT G20 di Bali.

CAGS bakal menyajikan kuliner khas Malut yang kaya rempah dan dimasak dengan metode khas, yakni menggunakan bambu. Cara masak yang disebut Rimo ini merupakan warisan nenek moyang di lereng Gunung Gamalama, Kota Ternate, tempat anggota CAGS berdomisili.

Rimo menggunakan bambu yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bambu dijadikan wadah untuk menampung bahan makanan.

Pegiat komunitas CAGS. (Istimewa)

Metode masak ini tak menggunakan air sama sekali. Kuliner yang bisa dimasak dengan metode Rimo beragam, mulai dari ikan, daging, pisang, umbi-umbian, dan sayuran.

Rempah-rempah yang digunakan seperti pala, cengkeh, lada, cabai, dan bawang biasanya diambil langsung dari pekarangan rumah warga.