Tandaseru — Warga Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengeluhkan ketiadaan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) di RSUD Tobelo. Pasalnya, hal ini membuat pelayanan medis di rumah sakit jadi tak maksimal.

Firjayanti, salah satu warga Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo mengatakan, dirinya mengalami gangguan kesehatan tenggorokan dan hidung sejak beberapa tahun lalu. Demi konsultasi dan pengobatan penyakitnya, ia harus jauh-jauh ke Ternate.

Sebab sejauh ini, RSUD Tobelo belum memiliki dokter spesialis THT.

“Sudah harus ada dokter ahli THT. Apalagi RSUD Tobelo sudah akreditasi B, masak tidak ada ahli THT?” katanya mempertanyakan, Minggu (31/1).

Ia berharap, Pemerintah Daerah Halut bisa mengupayakan kebutuhan pelayanan medis dengan melengkapi tenaga kesehatan yang belum tersedia. Sebab sejak lama pasien gangguan THT di Halut harus melakukan perjalanan jauh ke Ternate untuk berobat.

“Pemda harus upayakan kebutuhan masyarakat dalam aspek-aspek pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Halut Yudihart Noya ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut menjelaskan, tersedianya dokter spesialis THT menjadi prioritas Pemda Halut pada tahun 2021.

Selain dokter THT, Pemda juga akan mendatangkan dokter spesialis paru tahun ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan akan spesialis paru dan THT amat diperlukan.

“Yang jelas itu menjadi prioritas. Dan kami upayakan tahun ini, kami sementara cari tenaga ahli, namun menjadi prioritas adalah putra dan putri daerah, khusus Halut maupun Maluku Utara secara umum. Jika tida ada, maka kita harus ambil dari luar. Dan dipastikan tahun ini sudah ada dokter ahli THT dan paru,” tandas Yudihart.