Tandaseru — RSUD dr. H. Chasan Boesoirie mengukir sejarah baru dalam dunia medis Maluku Utara. Rumah sakit yang terletak di kota Ternate itu sukses melaksanakan tindakan stenting-assisted coiling untuk menangani aneurisma otak untuk pertama kalinya di Malut, Rabu (4/11/2026).
Prosedur intervensi medis tingkat tinggi tanpa operasi terbuka kepala ini menjadi milestone penting dalam pemerataan dan penguatan layanan stroke minimal invasif di Indonesia Timur.
Pasien pertama yang menerima tindakan medis ini adalah seorang laki-laki berusia 54 tahun. Pasien tersebut memiliki riwayat nyeri kepala hebat pasca-mengalami stroke perdarahan sekitar satu bulan sebelumnya, di mana hasil pemeriksaan mengonfirmasi keberadaan aneurisma (pelebaran abnormal pembuluh darah) pada otak bagian kiri yang berisiko tinggi memicu perdarahan ulang.

Prosedur medis kompleks ini dijalankan secara mandiri oleh tim dokter spesialis RSUD Chasan Boesoirie—yang terdiri dari dr. Reza M. Ammarie, Sp.N, FINA (Spesialis Neurologi) dan dr. Don Augusto Alexandro Petonengan, Sp.BS, FIS (Spesialis Bedah Saraf)—dengan pendampingan intensif dari tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Chasan Boesoirie, dr. Don Augusto Alexandro Petonengan, Sp.BS, FIS, menjelaskan mekanisme tindakan medis yang dilakukan pada pasien tersebut.
“Untuk mengurangi risiko perdarahan berulang, tim dokter memutuskan melakukan tindakan intervensi melalui pembuluh darah di lipat paha pasien. Teknik ini memungkinkan dokter menangani aneurisma tanpa harus melakukan operasi terbuka pada kepala,” tutur dr. Don.
Sementara itu, Dokter Spesialis Neurologi RSUD Chasan Boesoirie, dr. Reza M. Ammarie, Sp.N, FINA, memaparkan rincian teknik stenting-assisted coiling yang diterapkan serta penanganan pascatindakan.
“Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat berupa coil untuk menutup kantung aneurisma, kemudian memasang stent atau penyangga agar coil tetap stabil pada posisi yang ditentukan. Setelah tindakan, pasien menjalani pemantauan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU),” ujar dr. Reza.
Keberhasilan penanganan ini tak lepas dari skema program pengampuan layanan prioritas nasional Kementerian Kesehatan. Tim pendamping dari RSPON Jakarta yang hadir langsung terdiri dari dr. Ricky Gusanto Kurniawan, Sp.N, FINA (Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi), dr. Abrar Arham, Sp.BS(K) (Spesialis Bedah Saraf Konsultan Endovaskular), serta dr. Dimas Rahmattissa, Sp.An-TI, Subsp.N.An(K) (Spesialis Anestesi Konsultan Neuroanestesi).
Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan Endovaskular RSPON, dr. Abrar Arham, menegaskan pentingnya momentum ini bagi pemerataan fasilitas kesehatan di kawasan timur Indonesia.
“Melalui program pengampuan, transfer pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat memperkuat kemampuan dokter daerah dalam mengembangkan layanan saraf intervensi secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyampaikan layanan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan RSUD sebagai rumah sakit koordinator daerah untuk pengembangan layanan kardiovaskular, stroke, nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
“Ini perdana di Maluku Utara. Setiap kali ada tindakan baru yang dilakukan, harus ada pendampingan dari rumah sakit pengampu,” ujar dr. Rosita.
Ia optimistis langkah awal ini akan terus berkembang dan dapat segera diakses oleh seluruh lapisan masyarakat luas melalui jaminan sosial kesehatan nasional.
“Dengan demikian, masyarakat Maluku Utara dapat memperoleh penanganan aneurisma dan gangguan pembuluh darah otak di daerah sendiri tanpa harus selalu dirujuk ke luar provinsi,” imbuhnya, seraya berharap pengembangan layanan saraf intervensi ini segera memenuhi persyaratan pembiayaan BPJS Kesehatan.
Agenda bersejarah ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, beserta seluruh jajaran manajemen dan tenaga medis rumah sakit. Penguatan layanan saraf intervensi ini menjadi komitmen bersama RSUD Chasan Boesoirie, Pemprov Maluku Utara, dan Kemenkes RI dalam memodernisasi fasilitas medis daerah.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.