Tandaseru — Seorang anak buah kapal (ABK) KM Safina bernama Feri Botutihe (42), warga Kota Bitung, Sulawesi Utara, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat melakukan penangkapan ikan di perairan Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu (4/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIT di area rumpon milik warga Desa Hino, Kecamatan Morotai Timur, berjarak sekitar 13 mil dari bibir pantai.

Nakhoda KM Safina, Priyatno M. Ishak, menjelaskan insiden bermula saat proses hauling atau penarikan jaring mengalami kendala akibat muatan ikan yang terlalu padat. Alat penarik kapal tidak mampu menarik jaring secara maksimal.

Untuk mengurangi beban, korban bersama rekannya, Rafi Irisakti Tondonbala, menyelam ke dalam jaring sekitar pukul 12.00 WIT menggunakan alat bantu pernapasan yang terhubung ke kompresor.

“Saat berada di permukaan dan bersandar di pelampung jaring, korban melepas alat bantu pernapasan. Tidak lama kemudian, korban tiba-tiba mengeluarkan busa dari mulutnya,” ujar Priyatno.

ABK lain langsung mengevakuasi korban ke atas kapal dan memberikan pertolongan pertama berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR). Meski sempat merespons dan bergerak, kondisi korban membutuhkan penanganan medis segera.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu fiber menuju daratan melalui pantai Desa Tanjung Saleh, lalu dirujuk ke Puskesmas Bere-Bere. Namun, setelah mendapat perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIT.

Berdasarkan rekam medis Puskesmas Bere-Bere, korban meninggal dunia akibat asfiksia atau kekurangan oksigen akut pada saluran pernapasan.

Pihak keluarga menolak tindakan autopsi. Jenazah korban selanjutnya dipulangkan ke Kota Bitung menggunakan KM Safina karena keterbatasan akses transportasi dan ketersediaan bahan pengawet jenazah di Pulau Morotai.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Pulau Morotai AKBP Dedi Wijayanto mengimbau seluruh masyarakat dan pekerja nelayan untuk selalu mengutamakan standar keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan, termasuk memeriksa kelaikan alat bantu selam serta kondisi fisik personel.

 

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter