Tandaseru — Polres Ternate, Maluku Utara, mengungkapkan penyebab truk mixer terguling menimpa tempat usaha fotokopi serta kendaraan terparkir di dekat Kampus I Universitas Khairun (Unkhair), Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Sabtu (12/4/2026). Insiden maut tersebut mengakibatkan seorang mahasiswi tewas dan tiga orang lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Korban meninggal dunia teridentifikasi berinisial MLZ alias Maumuna. Sementara tiga korban luka yang menjalani perawatan medis yaitu AM alias Alwi (43 tahun), ZS alias Zulkifli (40 tahun), dan F alias Fajrin.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika truk molen hijau bernomor polisi B 9067 HI yang dikemudikan Muhlis dengan penumpang bernama Fajran melaju dari arah selatan menuju utara. Truk melaju dengan kecepatan sedang dan hendak berbelok ke arah timur.

Namun, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian, sistem pengereman truk pengangkut beton tersebut diduga bermasalah. Kendaraan melaju semakin cepat tanpa terkendali hingga mencapai area belakang Kampus I Unkhair Ternate.

Pengemudi yang tak mampu menguasai kendaraan kemudian menabrak satu unit mobil Toyota Innova dan tiga sepeda motor yang sedang terparkir. Truk terus bergerak menghantam tempat usaha fotokopi serta toko kelontong di sisi utara jalan sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri dan menimpa bangunan beserta kendaraan di sekitarnya.

Kasat Lantas Polres Ternate, IPTU Naomi Ollina Harahap, membenarkan runtutan kejadian dan dampak kerusakan dari insiden tersebut.

“Akibat dari kejadian tersebut, truk terguling ke sisi kiri mengenai warung usaha fotokopi, toko kelontong, dan satu unit mobil serta tiga unit sepeda motor mengalami kerusakan. Empat orang menjadi korban,” kata Naomi.

Polisi menduga kerusakan pengereman menjadi pemicu awal, meski hal itu masih merupakan laporan awal kepolisian. Selain memakan korban jiwa dan luka, total kerugian material akibat kerusakan fasilitas dan kendaraan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Atas insiden tersebut, kerugian materil yang dialami mencapai Rp 75 juta,” ujar Naomi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merinci kondisi terkini dari tiga korban yang dirawat di rumah sakit maupun hasil pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap sistem pengereman truk tersebut.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter