Tandaseru — Seorang nelayan asal Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, bernama Rahman Nani (44 tahun), dilaporkan hilang saat melaut untuk memancing ikan tuna, Rabu (14/10/2026). Hingga Kamis (15/10/2026), keberadaan korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Korban diketahui berangkat melaut dari pantai sejak Rabu pagi sekitar pukul 08.00–08.40 WIT menuju rumpon di perairan Desa Lusuo yang berjarak sekitar 10 hingga 16 mil laut. Rahman melaut menggunakan perahu jenis longboat/perahu semang bercat putih dengan garis hijau, berukuran panjang 4 meter dan lebar 60 centimeter, serta digerakkan mesin ketinting 6,5 PK. Namun, hingga pukul 22.00 WIT, korban tak kunjung kembali dan hilang kontak.

Awalnya, nelayan dan Pemerintah Desa Lusuo telah berupaya melakukan pencarian awal. Namun, upaya tersebut terkendala keterbatasan sarana transportasi laut akibat tidak tersedianya perahu bodi fiber. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan nelayan di desa-desa tetangga guna mengumpulkan informasi keberadaan korban.

Laporan resmi kondisi membahayakan jiwa manusia ini pertama kali diteruskan Sekretaris Desa Loleo, Ashrori Lakarai, kepada pihak Basarnas/USS Morotai pada Kamis (ldini hari sekitar pukul 01.50 WIT, setelah hasil pencarian mandiri warga masih nihil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pulau Morotai, Alhadar Djaguna, membenarkan kejadian musibah yang menimpa warga Morotai Utara tersebut.

“Sesuai laporan dari Camat Morotai Utara, itu benar bahwa ada warga Lusuo yang hilang saat mencari ikan di laut,” kata Alhadar.

Menindaklanjuti laporan dari keluarga dan pemerintah setempat, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue USS Morotai, TNI/Polri, Babinsa, masyarakat setempat, dan keluarga korban langsung mengerahkan personel untuk operasi pencarian.

Sementara Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani melalui Dan Pos USS Morotai Hidayat Hatari menjelaskan langkah penanganan yang diambil tim rescue di lapangan.

“Pukul 08.00 WIT, Tim Rescue USS Morotai bergerak menuju Desa Lusuo dengan menggunakan truk Personel dan akan dilanjutkan menggunakan alut SAR laut menuju LKP guna melaksanakan pencarian korban,” ujar Hidayat.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus menyisir lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP) di perairan Morotai Utara.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter