Tandaseru – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai atas realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp3,13 miliar untuk 88 desa.

Ketua DPC APDESI Morotai, Johan Mardiono, menilai kebijakan Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua mengucurkan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Pemda di tengah keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, langkah ini sangat membantu mendorong roda pemerintahan, pembangunan, serta kesejahteraan aparatur desa.

“Ini adalah langkah nyata dalam mendorong jalannya roda pemerintahan, pembangunan, serta kesejahteraan aparat desa di tengah fiskal daerah yang sangat terbatas,” ujar Johan, Selasa (4/8/2026).

Johan mengimbau para kepala desa se-Pulau Morotai agar memanfaatkan alokasi ADD tersebut secara bijak sesuai prioritas kebutuhan desa. Prioritas yang dimaksud meliputi pembayaran Silahturahmi Tetap (Siltap) aparat desa bulan Juni–Juli, pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta persiapan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81.

Selain itu, Kepala Desa Morodadi ini menegaskan dukungan pihak desa terhadap suksesnya penyelenggaraan Morotai Festival (Morofest) 2026. Event tersebut diketahui telah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Menanggapi isu mengenai pencairan ADD bulan Desember 2025 yang sempat menjadi perbincangan, Johan meminta semua pihak untuk tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia memastikan APDESI terus berkoordinasi dengan Pemda Morotai melalui BPKAD dan DPMD.

“Hasil koordinasi pekan lalu menunjukkan Pemda tetap berkomitmen menyelesaikan hak-hak desa sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Hal ini juga sudah kami sampaikan langsung kepada rekan-rekan kades maupun melalui grup WhatsApp,” jelas Johan.

Ia menambahkan, APDESI menghargai segala upaya yang dilakukan Pemda Morotai untuk memenuhi hak-hak desa di tengah kondisi efisiensi anggaran dan stabilitas fiskal yang terbatas.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter