Tandaseru — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bergerak cepat menyikapi lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di seluruh Indonesia.
Langkah antisipasi ini dirumuskan dalam pertemuan lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, di ruang rapat Wali Kota, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua Organda Tidore, serta perwakilan motoris dan sopir angkutan umum.
Sekda Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah tepat agar kenaikan BBM tidak membebani masyarakat ataupun mengganggu roda ekonomi setempat.
”Kita bersama-sama mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat, terutama angkutan umum, tetap berjalan aman dan baik. Perlu ada keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan para pelaku usaha sebagai penyedia layanan,” ujar Ismail.
Penyesuaian Tarif Sementara Angkutan Darat
Merespons mandeknya operasional angkutan umum akibat ketidakpastian harga, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris, mengumumkan pemberlakuan tarif sementara. Tarif ini dihitung berdasarkan margin kenaikan harga BBM jenis Pertamax sebesar 30 persen atau sekitar Rp4.000.
Berikut adalah rincian penyesuaian tarif sementara di Kota Tidore:
- Angkutan Kota (Angkot): Mengalami kenaikan sebesar Rp4.000. Rute Soasio–Rum (dan sebaliknya) yang semula Rp20.000 kini disesuaikan menjadi Rp24.000.
- Bentor: Mengalami kenaikan Rp3.000, dari tarif semula Rp7.000 menjadi Rp10.000.
- Anak Sekolah: Tarif tidak mengalami perubahan (tetap menggunakan harga lama).
- Angkutan Laut: Rute Rum–Bastiong dan Tidore–Loleo (dan sebaliknya) disepakati belum mengalami kenaikan tarif.
Ketua Organda Kota Tidore, Husain Alting, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah ini. Tarif sementara tersebut menjadi solusi agar para sopir dapat kembali beroperasi melayani masyarakat.
Pasokan BBM dan Persiapan BBM Bersubsidi
Direktur PT Rusda, Awat Ahmad, memastikan pelayanan di SPBU akan dimaksimalkan untuk melayani sopir angkot, bentor, dan ojek. Mulai 11 Juni 2026, pasokan BBM nonsubsidi dan minyak tanah reguler dipastikan aman dengan jadwal masuk mingguan. Stok yang tersedia saat ini meliputi, Minyak Tanah 100 ton, Pertamax 71 ton, serta Dexlite 20 ton.
Lebih lanjut, Awat mengungkapkan bahwa Kota Tidore dijadwalkan akan menerima pasokan BBM bersubsidi (Pertalite 100 ton/bulan dan Solar 60 ton/bulan) yang mulai disalurkan pada awal Juli 2026. Pemerintah daerah bersama Organda akan menghitung ulang tarif angkutan secara permanen begitu BBM subsidi resmi beroperasi.
Menyambut hal tersebut, Sekda Ismail menginstruksikan Dishub, Organda, dan Disperindagkop untuk mengawal ketat pengaktifan dan penggunaan barcode BBM subsidi bagi para sopir.
Dari sisi keamanan, Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan dan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan distribusi BBM berjalan tertib sesuai aturan dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.