Tandanya – Seorang petani asal Desa Gitaraja, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat sedang mencari ikan di pesisir perairan Gitaraja, Kecamatan Oba. Hingga Senin (23/2/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menimpa Mahmud Kasim (50-an), warga RT 06 RW 03 Desa Gitaraja. Korban diketahui pergi melaut pada Minggu (22/2) sekitar pukul 19.30 WIT dengan membawa alat panah ikan (jubi) dan senter. Namun, hingga keesokan harinya, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Ferdinando J. Rugebret, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Jufri Adam (Kanpel Dama) sekitar pukul 12.05 WIT.

“Tim langsung dipersiapkan dan bergerak menuju LKP (Last Known Position) dengan membawa peralatan SAR laut dan evakuasi setelah menerima informasi tersebut,” ujar Ferdinando, Senin (23/2).

Temuan Alat Panah dan Hasil Tangkapan

Kecurigaan bahwa korban diterkam binatang buas muncul setelah pihak keluarga melakukan pencarian mandiri. Di sekitar pesisir pantai Gita, keluarga bersama istri korban menemukan peralatan milik Mahmud berupa alat panah dan senter yang masih menyala.

Selain peralatan, ditemukan juga puluhan ekor ikan hasil tangkapan korban yang masih berada di lokasi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban mengalami serangan mendadak dari buaya saat sedang beraktivitas di air.

Operasi SAR Gabungan

Lantaran upaya pencarian mandiri oleh warga dan keluarga tidak membuahkan hasil, kejadian ini pun dilaporkan ke Basarnas Ternate untuk bantuan pencarian lebih lanjut.

Saat ini, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya:

• Basarnas Ternate

• BPBD Kota Tidore Kepulauan

• Polsek Setempat

• Keluarga Korban dan Masyarakat Desa Gitaraja

Tim gabungan menyisir area pesisir dan perairan sekitar lokasi ditemukannya barang-barang korban. Pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada mengingat adanya ancaman binatang buas di wilayah perairan tersebut.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter