Tandaseru – Di tengah ancaman tanah longsor dan kepungan banjir yang belum sepenuhnya surut, sebuah perahu bodi fiber membelah perairan menuju Desa Totala Jaya, Rabu (14/1/2026). Di atasnya, Kapolsek Loloda Ipda Ibrahim La Ja’a, bersama Danramil Loloda dan personel gabungan, menempuh jarak 4 mil dengan satu misi sederhana namun berat: memastikan tidak ada satu pun nyawa yang tertinggal di zona bahaya.

Bagi Ibrahim, evakuasi kali ini bukan sekadar tugas rutin kepolisian. Ini adalah tentang menjemput harapan bagi warga yang masih bertahan di titik rawan.

“Kami tidak bisa tidur nyenyak jika mengetahui masih ada warga, apalagi lansia dan balita, yang berada di zona bahaya,” ungkap Ibrahim dengan nada tegar. “Evakuasi hari ini adalah tentang memastikan tidak ada satu pun warga kami yang terlupakan.”

Suasana haru menyelimuti saat petugas tiba di lokasi. Di antara 11 warga terakhir yang dievakuasi, terdapat dua orang lansia yang geraknya tak lagi lincah dan seorang balita yang tampak kebingungan dengan situasi di sekelilingnya.

Tanpa ragu, para personel Polri membopong para lansia tersebut dengan penuh kehati-hatian menuju perahu. Sementara itu, seorang balita terlihat tenang di dekapan petugas, seolah merasakan perlindungan di tengah kecemasan bencana susulan yang menghantui desa mereka.

Kehadiran aparat di sela-sela puing dan ancaman bencana ini menjadi oase ketenangan bagi masyarakat Totala Jaya. Di saat warga dilingkupi duka, aksi nyata petugas yang turun langsung menjadi bukti bahwa negara hadir di saat-saat tersulit.

“Polri hadir bukan hanya saat aman, tapi justru harus paling depan saat masyarakat kesulitan. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi bagi kami (Salus Populi Suprema Lex Esto),” tegas Ibrahim.

Kini, kecemasan itu perlahan memudar. Seluruh warga Desa Totala Jaya telah berhasil dievakuasi dan berkumpul dalam keadaan aman di Posko Pengungsian SD Inpres 27 Halbar, Desa Kedi. Meski rumah mereka masih dalam ancaman alam, setidaknya mereka bisa bermalam dengan rasa aman, mengetahui bahwa mereka tidak ditinggalkan sendirian.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter