Tandaseru — Bencana tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa, 6 Januari 2026, menelan korban jiwa di Desa Soasio, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Seorang anak kelas 6 SD dan seorang lansia dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

Selain korban jiwa, tercatat sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan tanah dari perbukitan sekitar.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga setempat, Meldi Legu, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Loloda sejak pukul 19.00 WIT dan terus berlangsung hingga keesokan harinya. Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari saat warga sedang beristirahat.

“Saya dapat informasi jam 02.00 subuh tadi. Hujan dari jam 7 malam sampai sore ini pukul 15.25 WIT juga masih turun,” ujar Meldi saat dihubungi, Rabu (7/1).

Detail Korban dan Kerusakan

Meldi menjelaskan bahwa meski ada tujuh rumah yang terdampak kerusakan fisik, korban jiwa berasal dari satu rumah yang sama.

• Korban Meninggal: Seorang anak usia sekolah dasar (kelas 6 SD) dan neneknya.

• Kerusakan Materiel: 7 unit rumah warga rusak berat akibat pergeseran tanah.

Harapan Warga

Saat ini, warga terdampak sangat membutuhkan ulur tangan dari pemerintah setempat. Mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung, masyarakat berharap adanya langkah cepat terkait evakuasi dan penyaluran bantuan logistik.

“Harapan saya, ada perhatian khusus dan bantuan segera dari pemerintah daerah bagi warga Kecamatan Loloda yang terdampak musibah ini,” pungkas Meldi.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter