Tandaseru – Rencana peletakan batu pertama bantuan pembangunan rumah bagi warga pesisir desa Dehe, kabupaten Halmahera Barat, oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara terpaksa tertunda setelah terjadi bentrokan antarwarga desa Domato dan Dehe. Bentrokan dipicu sengketa klaim batas wilayah lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan, di samping SMP 25 Halbar, Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kapolres Halmahera Barat, AKBP Teguh Patriot, membenarkan adanya ketegangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi penolakan dimulai sekitar pukul 08.00 WIT oleh warga Domato, yang berpendapat bahwa lokasi pembangunan, di samping SMP 25 Halbar, masuk wilayah administrasi desa mereka.
“Benar, telah terjadi aksi penolakan dari warga Domato yang mengklaim bahwa lahan pembangunan itu masuk wilayah administrasi mereka. Situasi sempat memanas di lokasi,” ujar Teguh.
Menurutnya, keberatan warga Domato dilatarbelakangi rasa tidak dilibatkan dalam proses penentuan lokasi. Rapat persiapan yang dilaksanakan sebelumnya hanya melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Dehe.
“Warga Domato menyampaikan keberatan karena rapat persiapan kemarin hanya melibatkan Pemdes Dehe tanpa partisipasi dari pihak Domato. Hal ini memicu saling klaim lahan dan menimbulkan adu mulut di lapangan,” jelasnya.
Ketegangan mencapai puncaknya di depan SMP 25 Halbar, di mana dua kubu warga saling berhadapan. Situasi sempat berubah menjadi aksi saling dorong dan lempar antarwarga. Personel kepolisian yang telah bersiaga segera bertindak meredam kericuhan tersebut dan mencegah bentrok meluas.
Akibat konflik lahan ini, rencana peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku Utara terancam batal atau tertunda. Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah bentrok susulan.
Teguh mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri.
“Kami imbau kedua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan persoalan batas wilayah kepada pihak berwenang. Saat ini fokus kami menjaga situasi tetap kondusif,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.