Tandaseru — Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Menari Universitas Khairun (Unkhair) menggelar pelatihan tarian dan alat musik tradisional kepada anak-anak Desa Toseho, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi anak-anak desa tersebut, dari yang sebelumnya lebih gemar main gadget.
Di samping itu, lewat kegiatan PPK Ormawa Unkhair ini di-launching juga Sanggar Seba Marasai, sebagai pusat pendidikan dan pelestarian budaya masyarakat Toseho.
Peresmian sanggar itu dirangkaikan dengan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Tim PPK Ormawa Seba Menari kepada Ketua Sanggar, Rusni Bati, S.Pd.
Kini, Sanggar Seba Marasai berfungsi sebagai pusat pelatihan tari, rumah budaya, jasa pertunjukan, serta penyewaan kostum tarian yang terbuka bagi masyarakat Desa Toseho dan sekitarnya.
“Kami sangat berterima kasih karena telah diberikan pelatihan membuat tarian, musik, dan kostum. Sekarang sanggar kami bisa melanjutkan kegiatan secara mandiri dengan izin usaha yang sah,” ucap Ketua Sanggar Seba Marasai, Rusni Bati, Rabu (8/10).
Ketua tim PPK Ormawa Menari, Mardani Duwila menyebutkan, Kepala Desa Toseho Taufik Halil sangat memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas bagi kegiatan sanggar.
“Kami berharap sanggar ini dapat menjadi produk unggulan desa dan mendorong peningkatan pendapatan melalui sektor pariwisata dan jasa budaya,” harapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Salim, menilai kehadiran sanggar membawa perubahan positif bagi anak-anak di desa.
“Sekarang mereka lebih mencintai budaya dan tarian lokal, bukan lagi sibuk bermain game di HP. Mereka juga lebih sering berlatih dan bersosialisasi dengan teman-temannya,” katanya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.