Tandaseru — Kehadiran Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dinilai akan membawa manfaat besar bagi perlindungan kesehatan warga serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) setempat. Labkesmas ini diproyeksikan menjadi pusat pengujian modern yang berperan penting dalam pencegahan berbagai penyakit.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, dr. Novindra Humbas, menyampaikan Labkesmas ini tidak hanya diperuntukkan bagi pemeriksaan sampel darah semata, tetapi juga untuk pengujian sampel kesehatan lingkungan.
“Bukan hanya sampel darah saja, tapi sampel air, sampel kesehatan lingkungan, izin produk-produk makanan dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mengurus izin steril untuk pemeriksaan sampel yang ada di Kabupaten Pulau Morotai,” ujar Novindra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).
Mantan Direktur RSUD Ir. Soekarno tersebut mengakui hingga saat ini Kabupaten Morotai belum memiliki laboratorium berbasis modern dan masih mengandalkan peralatan manual.
“Karena pemeriksaan kita masih pakai alat yang sederhana untuk mendeteksi kuman atau bakteri lain, terus dikirim ke Labkesmas yang lebih tinggi, misalnya di Manado atau di Makassar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Labkesmas di Morotai yang digagas selaras dengan visi-misi “Morotai Adil, Unggul, dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane ini menjadi solusi konkret infrastruktur kesehatan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan adanya fasilitas ini, pengujian sampel tidak perlu lagi dikirim ke luar daerah.
Saat ini, pembangunan fisik Labkesmas Morotai sudah memasuki tahap penyelesaian. Pemerintah daerah berharap pembangunan fisik rampung tahun ini sehingga distribusi alat kesehatan (alkes) dapat dilakukan pada tahun depan.
“Jadi nanti setelah bangunan 100 persen siap pakai baru kita melakukan usulan untuk permintaan alat kesehatannya, alat pemeriksaan, sarana prasarana. Dan nanti setelah itu sudah di kirim ke Kementerian Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan sampel nya,” tutur Novindra.
Dari sisi kesiapan SDM, struktur Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Labkesmas Pulau Morotai telah disiapkan dan tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK). Untuk tahap awal, operasional akan memanfaatkan aparatur sipil negara (ASN) yang ada di daerah.
“Yang pasti ada dokter penanggungjawab, ada kepala Labkesmasnya, KTU-nya, kemudian ada Analis Laboratorium dan Analis Lingkungan, tapi untuk sementara kami manfaatkan petugas atau ASN yang ada di Kabupaten Pulau Morotai,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Labkesmas Morotai kelak, pelayanan kesehatan masyarakat—khususnya pemeriksaan kualitas air, sanitasi lingkungan, serta sertifikasi produk UMKM lokal—diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan mandiri.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.